Share

Makanan Ini Diperebutkan Dua Negara (I)

Restika Ayu Prasasty, Okezone · Kamis 02 Oktober 2014 07:10 WIB
https: img.okezone.com content 2014 10 02 303 1047163 9IAR7oZv0B.jpg Makanan hummus diperebutkan negara Lebanon dan Israel (Foto: CNN)

BUKAN perbatasan wilayah saja yang dapat memicu perdebatan panas antar dua atau lebih negara, makanan juga bisa membuat negara-negara "perang dingin". Di setiap di zaman, banyak negara yang menghunuskan pedang akan asal hidangan tradisional.  

Permusuhan atas kedaulatan pangan, bahkan bisa menjadi perpecahan diplomatik. Ancaman dibuat. Aliansi politik dirusak. Berikut adalah makanan yang menjadi perebutan antar dua negara, seperti dilansir CNN.

 

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Lebanon dan Israel: Hummus

 

Pada 2008, Presiden Asosiasi Industrialis Lebanon meluncurkan gugatan terhadap Israel atas pelanggaran hukum hak cipta makanan. Pemerintah Lebanon juga mengajukan petisi kepada Uni Eropa untuk mengklasifikasikan hummus sebagai makanan khas Lebanon. Orang Lebanon mengeluh tentang komersialisasi cocolan gurih ini yang dilabeli sebagai "masakan Israel" di toko-toko negara Barat dan dikenal sebagai "mezze".

 

Mungkin gugatan tersebut dilakukan lebih karena alasan ekonomi, bukan politik. Penjualan hummus diperkirakan mencapai sekira USD1 miliar per tahun. Kedua negara pun melanjutkan perselisihan hukum mereka ke dapur. Israel pertama kali memecahkan rekor lempeng terbesar hummus pada Januari 2010 dengan membuat 4.082 kilogram hummus. Sebagai tanggapan, sekira 300 koki Lebanon memecahkan Rekor Dunia Guinness pada Mei 2010 dengan membuat 10.450 kilogram hummus.

 

Israel kemudian mulai menjual kartu pos hummus di kios turis di seluruh negeri dan menyebutnya sebagai "Camilan Nasional Israel."  Hummus telah ada sejak abad ke-12 saat pemerintahan Sultan Saladin, jauh sebelum pembentukan negara Israel dan Lebanon.

 

Chile dan Peru: Kentang

 

Sengketa dimulai ketika Profesor Andres Contreras dari Universitas Austral, Chile mencoba untuk mendaftarkan lebih dari 280 varietas kentang dari pulau selatan Chiloe sebagai kentang yang berasal dari Chile. Pulau ini sudah diidentifikasi sebagai tempat kelahiran kentang dalam buku karya Pablo Neruda pada 1955, "Oda a la Papa."

 

Pada Juni 2008, Marigen Hornkohl, Menteri Pertanian Chile saat itu menyatakan, "Sebanyak 99% dari kentang dunia memiliki beberapa jenis link genetik dari kentang Cile." Klaim tersebut tidak sepenuhnya bohong. Beberapa universitas dalam beberapa tahun terakhir telah mengonfirmasi bahwa Chile adalah rumah global kentang dan link genetiknya sekitar 90%.”

 

Tidak percaya, Peru mengancam akan membawa kasus ini ke PBB. Bagi orang Peru, kentang ditemukan oleh pasukan Kolonel Pizarro dan berasal dari Andes dekat Danau Titicaca yang sebagian besar terletak di Peru modern. Menteri Luar Negeri Peru Jose Antonio Garcia Belaunde bangga dan mengakui, "Kentang Peru menyelamatkan Eropa dari kelaparan."

 

Lebih jauh lagi, Bolivia membuat pertengkaran ini menjadi urusan tiga negara ketika mengaku memiliki jejak umbi yang lebih tua di wilayahnya. Di Andes, kentang diperingati dalam karnaval dengan tarian tradisional dan musik. Di Peru, kentang dipublikasikan dengan teriakan "La papa es Peruana" (kentang adalah milik Peru).

 

Satu desa di wilayah Cajamarca, Peru, bahkan mencoba untuk meniru festival populer melempar tomat "La Tomatina" yang ada di Spanyol. Tomat yang lembut dan licin diganti dengan kentang. Hasilnya? Puluhan orang menderita luka-luka. (Bersambung)

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini