Share

Makanan Ini Diperebutkan Dua Negara (II)

Restika Ayu Prasasty, Okezone · Kamis 02 Oktober 2014 07:48 WIB
https: img.okezone.com content 2014 10 02 303 1047169 OOZHwEN2VV.jpg Makanan ini diperebutkan dua negara (Foto: CNN)

BUKAN perbatasan wilayah saja yang dapat memicu perdebatan panas antar dua atau lebih negara, makanan juga bisa membuat negara-negara "perang dingin". Di setiap di zaman, banyak negara yang menghunuskan pedang akan asal hidangan tradisional.  

Permusuhan atas kedaulatan pangan, bahkan bisa menjadi perpecahan diplomatik. Ancaman dibuat. Aliansi politik dirusak. Berikut adalah makanan yang menjadi perebutan antar dua negara, seperti dilansir CNN.

 

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Malaysia-Singapura-Jepang: Yee Sang dan Yusheng

 

Singapura dan Malaysia sebelumnya telah bertengkar untuk urusan Tanah Air. Tapi kini ada pertentangan lain, yaitu yusheng (di Singapura) atau yee sang (di Malaysia). Terbuat dari iris tipis potongan ikan mentah dan robekan sayuran, hidangan ini biasanya disajikan pada Tahun Baru Imlek dan dianggap sebagai hidangan pembuka untuk membawa keberuntungan.

 

Pemerintah Malaysia menambahkan yee sang dalam daftar hidangan nasional pada 2009. Kemudian satu orang memutuskan untuk melanjutkan sengketa ini. Profesor asal Singapura, Tan Wee Cheng, membuat sebuah halaman Facebook khusus pada 2010 yang didedikasikan untuk membuat yusheng masuk sebagai hidangan nasional Singapura dalam daftar warisan budaya tak benda UNESCO.

 

"Kita tidak bisa terus membiarkan negara lain membajak makanan kita," jawab Menteri Pariwisata Malaysia Datuk Seri Dr Ng Yen Yen. Malaysia bahkan sebut upaya Singapura mematenkan yee sang sebagai makanan lokal sebagai "pelanggaran hak yang disengaja."

 

Tak mau ketinggalan, bahkan Jepang mencoba untuk terlibat. "Jika ada orang yang memenuhi syarat untuk mengajukan permohonan yee sang itu adalah Jepang, karena mereka mulai mengonsumsi ikan mentah sejak berabad-abad lalu," saran Mei Shu Zhen, seorang kolumnis Jepang.

 

Sulit untuk menentukan asal dari hidangan ini karena aslinya berasal dari resep Kanton, Tiongkok yang kemudian dipoles di Malaysia dan Singapura.

 

Australia-Selandia Baru: Pavlova

 

Asal usul makanan penutup meringue yang atasnya diberi buah segar dan krim kocok ini merupakan pusat sengketa antara Australia dan Selandia Baru. Satu hal yang kita tahu adalah makanan penutup yang meleleh di lidah ini dinamai berdasarkan penari balet Rusia, Anna Pavlova, karena keanggunan dan kelemahgemulaiannya.

 

Masalahnya adalah Anna melakukan tur di Australia dan Selandia Baru pada 1920 dan isu asal makanan penutup ini telah menjadi masalah serius akan kebanggaan nasional. Ketika John Key terpilih sebagai Perdana Menteri Selandia Baru pada 2008, salah satu tindakan pertamanya adalah menyebut klaim Australia terhadap pavlova sebagai "benar-benar konyol."

 

Kamus Nasional Australia menggambarkan pavlova sebagai "pencuci mulut Australia yang terkenal, dinamai karena sifat-sifat lezatnya." Tapi profesor Helen Leach, antropolog kuliner di Universitas Otago di Selandia Baru, menyusun perpustakaan buku masak yang berisi 667 resep pavlova.

 

"Saya dapat menemukan setidaknya 21 resep pavlova di buku masak Selandia Baru pada 1940. Sedangkan di tahun tersebut, satu resep pavlova di Australia baru pertama kali muncul," pungkasnya.

 

Untuk menantang Australia atas asal hidangan ini, siswa asal Selandia Baru di Eastern Institute of Technology menciptakan pavlova terbesar di dunia (64 meter) pada 2005. Pada 2010, 50 meter persegi pavlova berbentuk rugby (dibuat dengan 10.000 putih telur dan lebih dari 600 kilogram gula) dimasak di Christchurch, Selandia Baru. Katanya, pavlova itu mampu dihabiskan oleh 10.000 orang. (Bersambung)

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini