Share

Makanan Ini Diperebutkan Dua Negara (III-Habis)

Restika Ayu Prasasty, Okezone · Kamis 02 Oktober 2014 07:58 WIB
https: img.okezone.com content 2014 10 02 303 1047170 I5dXrzARx1.jpg Makanan ini diperebutkan dua negara (Foto: CNN)

BUKAN perbatasan wilayah saja yang dapat memicu perdebatan panas antar dua atau lebih negara, makanan juga bisa membuat negara-negara "perang dingin". Di setiap di zaman, banyak negara yang menghunuskan pedang akan asal hidangan tradisional.  

Permusuhan atas kedaulatan pangan, bahkan bisa menjadi perpecahan diplomatik. Ancaman dibuat. Aliansi politik dirusak. Berikut adalah makanan yang menjadi perebutan antar dua negara, seperti dilansir CNN.

 

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Yunani-Uni Eropa: Keju Feta

 

Asal usul keju feta telah menjadi perbincangan panas di banyak negara Uni Eropa selama hampir 20 tahun. Penamaan keju ini bahkan sudah maju ke meja hijau karena orang Yunani ingin feta menjadi produk nasional resmi dan memiliki penggunaan eksklusif label feta.

 

Negara pertama yang membuat keributan adalah Denmark, produsen keju feta terbesar kedua di Eropa. Bulgaria yang menggunakan keju feta dalam salad Shopska juga membuat klaim budaya untuk feta. Untuk memertahankan pendapat mereka, pemerintah Denmark dan Jerman berpendapat bahwa feta adalah sebutan generik dan tidak berhubungan dengan area geografis tertentu. Denmark telah membuat feta sejak 1963, Belanda sejak 1981 dan Jerman sejak 1985.

 

Ketidaksetujuan yang sudah berjalan lama ini telah menjadi isu harga diri dan budaya nasional. Menteri Pertanian Yunani Giorgos Drys menyatakan penciptaan "polisi feta tanpa ampun" pada 2003, ketika pengiriman keju feta terkontaminasi yang diproduksi di Yunani ditemukan di Norwegia.

 

Setelah perdebatan hukum selama lebih dari satu dekade, pengadilan Uni Eropa memberikan putusan akhir. Sejak Oktober 2002, feta secara resmi menjadi produk Yunani. Beberapa tahun kemudian, keputusan pengadilan pada 2005 memberikan Yunani monopoli terhadap nama "feta" di Uni Eropa. Keju boleh disebut keju feta apabila diproduksi dengan cara tradisional di daerah tertentu dari Yunani (di daratan dan pulau Lesbos). Keju feta harus dibuat dari susu domba atau dari campuran susu domba dan susu kambing dari daerah yang sama. Keju juga harus dikemas dalam barel dan didinginkan selama sekitar dua bulan.

 

Pada 2013, masalah ini terangkat lagi selama negosiasi perdagangan antara Kanada dan Uni Eropa (kesepakatan akhirnya ditandatangani setelah empat tahun pembicaraan). Kini, produsen asal Kanada harus melabeli keju beraroma tajam mereka sebagai "feta-style."

 

Korea Selatan-Jepang: Kimchi

 

Korea dan Jepang berselisih akan kimchi, hidangan pedas terbuat dari acar sayuran yang difermentasi dengan jahe, cabai merah, dan bawang putih. Perselisihan kuliner pecah pada tahun 1996 ketika Jepang mengusulkan pembuatan kimchi Jepang yang disebut "kimuchi" sebagai makanan resmi Olimpiade Atlanta.

 

Versi eksentrik dari kimchi yang dibuat sesuai selera orang Jepang ini (kurang pedas dan memiliki rasa aditif buatan) membuat orang Korea Selatan khawatir karena jumlah kimuchi Jepang yang diekspor melebihi kimchi dari Korea (ini karena harga kimuchi lebih murah dari kimchi).

 

Sebagai reaksi atas dugaan Meniru ini, Korea mengajukan petisi kepada Organisasi Kesehatan Dunia dan komisi Codex Alimentarius dari Organisasi Pangan dan Pertanian untuk menetapkan standar internasional untuk kimchi.

 

Jepang mengklaim bahwa Korea tidak memiliki monopoli atas kimchi. Presiden Korea Selatan, Lee Myung-Bak, mengadakan kampanye internasional "gastrodiplomacy." Kimchi adalah penganan yang menjadi simbol nasional Korea. "Rasa kimchi adalah rasa jari ibumu," kata pepatah Korea terkenal.

 

Korea bahkan meluncurkan kimchi ke ruang angkasa bersama dengan astronot pertama Korea pada 2008 untuk mendorong kedaulatan kimchi Korea. "Jika Korea pergi ke ruang angkasa, kimchi juga harus pergi ke sana," kata Kim Sung Soo, ilmuwan di Korea Food Research Institute.

 

Pada 2013, UNESCO menjadikan Kimjang - pembuatan dan berbagi kimchi di Korea Selatan - sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan. Film pertama Korea yang diputar di Amerika Serikat, "Le Grand Chef - Kimchi War" adalah tentang kimchi. Kota Seoul memiliki Kimchi Field Museum atau Museum Kimchi. Dan dalam upaya untuk menglobalisasi merek dagang kuliner Korea ini, warga Korea meluncurkan fasilitas penelitian tentang kimchi untuk mengembangkan "ahli unggul kimchi" dan studi lanjutan kimchi.

 

Slovenia-Austria-Kroasia: Sosi Babi

"Hukum seperti sosis, lebih baik tidak melihat mereka sedang dibuat," kata

negarawan Jerman, Otto von Bismarck. Tapi apa yang dia ajarkan adalah bahwa jika Anda tidak menuliskan hukum untuk sosis Anda, negara-negara lain mungkin mencuri sosis tersebut.

 

Perseteruan pangan ini menyangkut kelezatan sosi pedas yang disebut "kranjska Klobasa" di Slovenia dan "krainerwurst" di Austria. Sosis ini terbuat dari daging babi cincang yang dibumbui dengan bawang putih dan merica.

 

Pertikaian diplomatik antara kedua negara meletus setelah Slovenia berusaha untuk mendapatkan status perlindungan spesial dari Uni Eropa (Protected Geographical Indication) terhadap krainer. Slovenia mengklaim sosis ditemukan di wilayah Kranjska di Slovenia utara pada abad ke-19.

 

Sedangkan Wina, Austria berpendapat bahwa sosis babi pertama kali diproduksi di Austria dengan nama kaesekrainer. "Kami tidak akan membiarkan siapa pun menyangkal Krainer kita itu," kata Menteri Pertanian Austria Niki Berlakovich. Kamar Dagang, Kantor Paten, dan Kementerian Pertanian Austria bahkan bersatu untuk menuntut Slovenia.

 

Dalam urusan sosis, dibutuhkan seorang pemberani atau orang Slovenia untuk bermain-main dengan orang Austria. Austria memiliki sosis frankfurter Wina asli, daging babi panjang bratwurst, sosis waldviertler asap, burenwurst rebus yang tebal, Bosna pedas, leberkas-semmel, dan banyak lagi. Satu orang Austria rata-rata makan lebih dari satu kilogram sosis per bulan.

 

Austria dan Slovenia kemudian mengakhiri konflik sosis babi dengan menerima produk masing-masing pada Juni 2012. Slovenia mengatakan akan mendaftarkan produk mereka dengan persetujuan dan perlindungan Uni Eropa, tetapi setuju bahwa produsen Austria bisa tetap menjual versi sosis mereka dengan nama Jerman.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini