Edukasi Kontrasepsi di Desa Terbentur Mitos

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Jum'at 03 Oktober 2014 02:37 WIB
https: img.okezone.com content 2014 10 02 483 1047419 B55QvmIG1v.jpg Edukasi alat kontrasepsi di desa terbentur mitos (Foto: Helmi/Okezone)

PENGGUNAAN Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan salah satu cara yang dinilai efektif untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. Namun dalam pelaksanaannya, masih terdapat berbagai masalah khususnya di perdesaan.

Hal inilah yang disampaikan DrĀ  Emi Nurjasmi, M.Kes. Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) tersebut mengatakan, tidak mudah memberi pemahaman, konseling atau pendidikan kesehatan yang berkaitan dengan Keluarga Berencana. Kendala terbesarnya yakni pendidikan masyarakat yang cenderung rendah.

"Kalau di sini (Jakarta-red) kita mudah dengan tingkat pendidikan masyarakat dan pengetahuan yang sudah cukup bagus. Sedangkan di desa-desa tidak semudah bila kita bicara di kota-kota besar, karena mungkin tingkat pendidikan ibu masih cukup rendah," ujarnya kepada Okezone di Gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, belum lama ini

"Ini kemampuan bidan untuk melakukan konseling dan pendidikan kesehatan kepada masyarakat di desa itu lebih berat dibandingkan mereka memberikan edukasi kepada klien-klien di kota besar," tambahnya.

Selain itu, kendala lainnya yakni budaya dan kepercayaan yang ada masyarakat. Termasuk mitos banyak anak akan menambah rejeki.

"Mitos tersebut masih ada di beberapa daerah. Ini tantangan bagi bidan-bidan bagaimana bekerjasama dengan tokoh-tokoh masyarakat dan agama memberikan informasi-informasi, serta mengadvokasi supaya wanita punya kesempatan untuk mengatur jumlah anak dan kelahirannya sehingga dapat pulih sebelum hamil lagi. Kemudian, mereka juga menjadi mempunyai kesempatan merawat anak dengan maksimal," jelasnya.

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini