nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indra Penciuman Jadi Indikator Usia

Erika Kurnia, Jurnalis · Jum'at 03 Oktober 2014 20:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2014 10 03 481 1047993 CIi03NCr4M.jpg Indra Penciuman Jadi Indikator Usia (Foto: AFP)

INDRA penciuman ternyata berkorelasi dengan usia seseorang. Bahkan menurut studi, indra penciuman menjadi prediktor kuat untuk mengukur waktu kematian dalam lima tahun.

Sebesar 39 persen dari subjek penelitian yang gagal dalam tes penciuman sederhana meninggal selama periode tersebut. Dibandingkan dengan 19 persen dari mereka yang mengalami kehilangan penciuman sedang dan 10 persen dari mereka yang masih sehat penciumannya.

Seperti dilaporkan oleh jurnal PLoS ONE, para peneliti mengatakan bahwa disfungsi penciuman dan kerusakan hati yang parah lebih baik dalam memprediksi kematian daripada diagnosis penyakit mematikan, seperti gagal jantung, kanker, atau penyakit paru-paru.

"Kami pikir hilangnya indera penciuman ini seperti peringatan bahaya yang belum datang," kata penulis utama studi tersebut, Jayant Pinto, seorang profesor bedah dari University of Chicago, seperti dilansir dari Agence France Presse, Jumat (3/10/2014).

Mengenai kaitan antara hilangnya penciuman dengan kematian, menurut peneliti, memang belum bisa dijelaskan. Martha McClintock, penulis senior studi tersebut berujar bahwa orang tidak mati hanya karena sistem penciuman mereka rusak. Namun dari semua indra manusia, hidung adalah bagian yang kurang dihargai, tambah Pinto.

Penelitian ini adalah bagian dari Proyek National Social Life, Health and Aging (NSHAP) yang mengambil sampel dari pria dan wanita usia 57-85. Dalam gelombang pertama yang dilakukan pada 2005-2006, tim survei profesional dari National Opinion Research Center at the University of Chicago menggunakan tes tervalidasi untuk survei lapangan pada 3.005 peserta.

Studi ini mengukur kemampuan mereka untuk mengidentifikasi lima bau umum yang berbeda. Dalam gelombang kedua, selama 2010-2011, tim survei mengonfirmasi mana saja peserta yang masih hidup. Selama lima tahun, 430 (12,5 persen) dari asli 3005 subjek penelitian telah meninggal dan 2.565 masih hidup.

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini