nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kutil Kelamin Tidak Menyebabkan Kematian

Erika Kurnia, Jurnalis · Jum'at 17 Oktober 2014 16:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 10 17 481 1053561 OuZPFbgVkc.jpg Kutil kelamin tak sebabkan kematian (Foto: Shutterstock)

KUTIL kelamin adalah infeksi virus yang ditandai dengan adanya kutil di daerah alat kelamin, baik pria maupun wanita. Kutil kelamin disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV), dimana virus tersebut juga menyebabkan kanker serviks. Namun demikian, kutil kelamin tidak menyebabkan kematian.

Hal ini dikarenakan HPV yang menyebabkan kutil kelamin, berbeda dengan tipe virus yang membunuh wanita di seluruh dunia setiap dua menit akibat kanker serviks. HPV tipe 6 dan 11 yang tergolong virus jinak, namun termasuk yang paling banyak menimbulkan kasus penyakit kelamin di dunia.

HPV penyebab kutil kelamin dapat ditularkan melalui berbagai jenis kontak genital. Seseorang dapat terinfeksi HPV dari orang lain yang terinfeksi sekalipun pada orang tersebut, tidak terlihat menderita penyakit atau lesi (jaringan abnormal).

“Walau tidak mematikan, 50 persen penderita kutil kelamin dapat memiliki beban psikologis, rasa malu saat berhubungan seks. Bahkan jika infeksi virus menetap atau berulang, kofaktor dengan HPV ganas meningkatkan risiko kanker,” papar dr. Andi Darma Putra, Sp.OG (K),staf pengajar Obstetri dan Ginekologi FKUI-RSCM, di Jakarta, belum lama ini.

Kutil kelamin dapat menyebabkan gejala seperti rasa terbakar, gatal, nyeri, bahkan pendarahan saat melakukan hubungan seks. Jika dibiarkan, kutil kelamin pada wanita hamil dapat menyebabkan komplikasi pada kandungan.

“Untuk menghilangkan lesi normal, hingga sedang dari kutil kelamin bisa dioperasi, ‘dibakar’, dan sebagainya. Pengobatan kutil kelamin pun terbilang cukup mahal,” tuturnya.

Mengetahui beban yang dapat diderita akibat kutil kelamin dan penyakit lain yang disebabkan HPV, vaksinasi HPV pada anak sebelum remaja adalah jalan terbaik untuk mencegah penyakit yang disebabkan HPV.

Penelitian menemukan bahwa kasus kutil kelamin meningkat dalam 35 tahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh usia kontak seksual menurun di usia muda, sehingga hampir separuh infeksi baru HPV terjadi pada anak muda usia 15-24 tahun, menurut data WHO.

 

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini