Raffi Ahmad & Nagita Slavina Disarankan Cek Kesehatan

Erika Kurnia, Jurnalis · Selasa 21 Oktober 2014 01:07 WIB
https: img.okezone.com content 2014 10 20 481 1054565 HqeuLw9xYm.jpg Pentingnya cek kesehatan sebelum menikah (Foto:Arief/Okezone)

KESEHATAN merupakan salah satu hal penting untuk mencapai tujuan dari pernikahan, yaitu melahirkan keturunan dan menciptakan keluarga yang sehat. Namun, di Indonesia, masalah kesehatan belum dianggap sebagai hal penting sebelum pernikahan dilaksanakan.  

Dr.dr.H. Ari Fahrial Syam, SpPD dari Fakultas Kedokter Universitas Indonesia sangat, menyayangkan pemberitaan seputar pernikahan pasangan artis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang heboh belakangan ini kurang mendidik masyarakat, khususnya dalam hal edukasi soal pentingnya pemeriksaan kesehatan pranikah. 

 

Pernikahan merupakan penyatuan dua individu menjadi satu. Mengingat kondisi dan riwayat kesehatan setiap individu berbeda, pemeriksaan kesehatan menjadi penting sebelum masing-masing dari pasangan menanggung beban dari konsekuensi yang tidak diketahui sebelumnya.

 

“Konsekuensi dari pernikahan dapat berakibat penularan penyakit dari masing-masing pasangan tersebut. Bukan saja penyakit infeksi, tetapi juga penyakit non-infeksi. Oleh karena itu masalah kesehatan seputar  pernikahan harus menjadi perhatian,” tutur Ari dalam pesan tertulis kepada Okezone, Senin (20/10/2014). 

 

Pernikahan juga bertujuan untuk menghasilkan keturunan. Perencanaan tersebut pun perlu dipersiapkan. Jumlah keturunan yang diinginkan harus disesuaikan dengan perencanaan masa depan yang matang, baik untuk kondisi pasangan, calon keturunan, atau keluarga secara keseluruhan.

 

“Saya sebagai seorang dokter juga kadang sedih jika bertemu dengan pasangan muda yang pada tahun-tahun pertama pernikahannya mengetahui suami atau istri mempunyai penyakit kronis, seperti HIV/AIDS, hepatitis B kronis, bahkan sampai sirosis hati yang tidak diketahui sebelum pernikahan terjadi,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, jika masalah tersebut tidak diketahui sejak awal, persoalan lain akan muncul, seperti potensi penyakit menurun pada anak dan beban psikis dan ekonomi yang harus ditanggung. Di sisi lain, jika hal ini diketahui lebih awal, pengobatan dapat dilakukan dan risiko penularan dapat dicegah.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini