nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terungkap Penyebab Ibu Hamil Mengidam

Erika Kurnia, Jurnalis · Selasa 21 Oktober 2014 08:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2014 10 21 481 1054894 F04qn4x7zp.jpg Ibu hamil mengidam (Foto: Mirror)

WANITA hamil mungkin menganggap mengidam adalah kondisi alami dan mereka bebas makan apa saja yang diinginkan tanpa merasa bersalah. Para peneliti mengatakan, tidak ada alasan biologis di balik mengidam.

Namun, wanita hamil sebaliknya mempercayai bahwa fase mengidam harus dilalui dan dilakukan. Ilmu tidak pernah mampu menjelaskan ngidam selama kehamilan. Dari sini, para peneliti di SUNY College di negara bagian New York mencoba untuk mencari tahu.

Psikolog Natalia Orloff mengatakan sebelumnya ia pernah menemukan wanita yang ngidam kafein dalam cokelat tanpa pengawasan. Ia menolak gagasan bahwa perempuan makan makanan tertentu, karena adanya dorongan untuk mendapatkan nutrisi tertentu.

 

Orloff juga menepis kepercayaan 'makan untuk dua orang', karena ngidam mulai pada trimester pertama yang jauh sebelum janin bertumbuh, tulisnya dalam makalah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Psychology.

“Kebingungan antara keinginan makan dan penolakan, seperti ketika wanita hamil ingin mengonsumsi makanan yang tidak sebaiknya dimakan, belakangan diduga menjadi penyebab keinginan mengidam menjadi lebih besar,” tutur Orloff, seperti dikutip Dailymail.

 

Bukti menunjukkan bahwa usaha untuk menghindari makanan yang menimbulkan perasaan bertentangan mungkin memiliki efek paradoks meningkatkan kemungkinan mengidam dan ini menyebabkan semacam lingkaran setan, imbuh Orloff.

 

Pada abad pertengahan, dokter dan filsuf Maimonides mengatakan, mengidam adalah hasil dari ketidakseimbangan dalam tubuh atau karena seorang wanita memiliki 'cairan buruk' di dalam tubuhnya.

Baru-baru ini penelitian menunjukkan bahwa, mengidam yang dialami hampir oleh 90 persen wanita hamil dapat terjadi, karena adanya peningkatan kadar hormon tertentu. Perubahan di otak selama kehamilan juga dapat mempengaruhi rasa dan penciuman, sehingga mendorong perempuan untuk makan makanan tertentu.

 

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini