nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Intip Pembuatan Kain di Pabrik Tekstil

Evi Elfira, Jurnalis · Kamis 30 Oktober 2014 17:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2014 10 30 194 1059021 intip-pembuatan-kain-di-pabrik-tekstil-Ksf5xp1GwT.jpg Intip pembuatan kain (Foto: Evi/Okezone)

DALAM keseharian, kita tidak pernah bisa lepas dari kain, terutama pakaian. Namun, busana yang kita gunakan sehari-hari, memiliki proses pembuatan yang rumit dibaliknya.

Berkunjung ke pabrik tekstil PT. Trisula Textile Industries, Okezone diperlihatkan tahapan pembuatan kain. Dari benang mentah hingga menjadi kain, memerlukan proses yang sangat panjang dan rumit.

"Mulai dari benang mentah, proses pembuatan kain dimulai dengan texturizing. Pada tahapan ini benang mengalami 3000 kali putaran, kemudian dibalik kembali agar teksturnya menjadi keriting. " Texturizing dilakukan agar benangnya menjadi gemuk sehingga saat dipegang memiliki tekstur empuk,". jelas Lukas Ginting selaku Local Sales Manager PT. Trisula Textile Industries di pabrik tekstil Trisula, Leuwigajah, Cimahi, Kamis (30/10/2014).

Setelah itu, benang masih harus diproses kembali. Yaitu melalui proses twisting, warping dimana benang dipindahkan ke gulungan yang sejajar. Kemudian dalam proses sizing, benang diberi lapisan film dari kanji agar tahan terhadap gesekan dan tarikan selama proses pembuatan kain.

Lebih lanjut, benang diberi warna dan melalui proses pencucukkan ke dalam dropper gun sesuai anyaman yang diinginkan. Corak yang terdapat pada kain bergantung pada proses ini. Dalam satu bulan, Trisula tekstile bisa menghasilkan 100 jenis corak kain.

Tahapan berikutnya, benang yang telah melewati proses drawing ini atau pencucukan kemudian dianyam dengan benang lusi dan benang pakan untuk membentuk panjang dan lebar kain. Setelah itu gulungan kain dicek kualitasnya. Berikutnya, gulungan kain pun mengalami proses open breige dimana kain tersebut dibuka dari roll gulungan.

Sesudah itu, kain pun dibersihkan untuk melepas lapisan kanji. Setelah kain dibersihkan dan dikeringkan, kain di cek kembali kualitasnya. Jika lulus pengecekan, kain diberi cap merek serta label SNI dan kemudian dikemas serta siap dipasarkan ke dalam maupun luar negeri.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini