Anyaman 'Kipas Sate' Buktikan Karya ETU Berkelas

Ainun Fika Muftiarini, Jurnalis · Minggu 02 November 2014 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2014 11 02 194 1060035 anyaman-kipas-sate-buktikan-karya-etu-berkelas-m5THbg6GPt.jpg Anyaman 'Kipas Sate' buktikan karya ETU berkelas (Foto: Fika/Okezone)

SALAH satu desainer yang menarik perhatian di Jakarta Fashion Week 2015 adalah Restu Anggraini. Melalui label barunya, ETU, Restu memamerkan busana yang menarik perhatian.

Salah satu daya tarik dari busana ETU adalah detail anyaman yang digunakan untuk beberapa busana. Meski terdengar tradisional, namun Restu sukses mengolah anyaman tersebut menjadi detail yang berkelas.

Ide membuat detail anyaman sendiri muncul secara tidak sengaja. Meski begitu, bagi Restu sendiri, anyaman tersebut juga menjadi salah satu bentuk untuk menonjolkan sisi ke-Indonesiaan. “Saya terinspirasinya dari kipas sate. Jadi, saya pikir lucu juga kalau itu dipakai. Apalagi, anyaman ini kan dari Indonesia. Jadi, kenapa tidak saya mengolahnya dengan cara yang modern,” ujarnya di Senayan City, Jakarta, Sabtu, 1 November 2014.

Lebih lanjut, membuat detail anyaman memang tidak mudah. Kendati demikian, hal ini tidak menghalanginya untuk menciptakan sebuah karya yang menarik.

“Semua anyamannya handmade. Kami membuatnya satu-satu. Bahkan, sehari cuma bisa dapat dua-tiga baju,” ungkapnya.

Hasil kerja kerasnya pun tidak sia-sia. Detail anyaman tersebut mampu membuktikan kreativitasnya sebagai seorang desainer. Meski demikian, ibu satu anak itu menolak jika detail anyaman tersebut menjadi ciri khas untuk label busana terbarunya itu.

“Saya akan mengembangkan lagi dengan anyaman itu ke depan,” imbuh desainer lulusan ESMOD itu.

Sementara secara keseluruhan, Restu juga menerjemahkannya pada desain busana yang bisa dipakai kapan pun. Sebut saja seperti rok, kemeja, sweater, coat hingga celana panjang ber-layer yang menciptakan kesan sederhana dan lebih fungsional.

“Ini memang tentang perempuan muda yang sukses. Inspirasinya dari gaya busana wanita kantoran,” katanya.

Dalam show tersebut, Restu menghadirkan koleksi busana dengan konsep padu padan hijab. Namun jika dilihat dari desainnnya, koleksi kali ini lebih fleksibel. Bahkan menurut Restu sendiri, beberapa outfit juga bersifat unisex.

“Ini lebih urban, jadi yang tidak pakai hijab juga bisa. Malah ada beberapa yang bisa dipakai pria, misalnya sweater atau boxy,” tutupnya.

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini