Fashion Link Hadirkan 70 Desainer Lokal

Evi Elfira, Jurnalis · Senin 03 November 2014 18:25 WIB
https: img.okezone.com content 2014 11 03 194 1060516 fashion-link-hadirkan-70-desainer-lokal-2BW07Zq2GK.jpg Buyers room hadirkan 70 desainer (Foto: Dede/Okezone)

SELAIN menampilkan show dari para desainer, Jakarta Fashion Week 2015 juga menghadirkan fashion link. Fashion link ini merupakan ruangan khusus dimana para buyer bisa melihat koleksi dari para desainer yang resmi dibuka siang ini.

Dalam JFW 2015 tahun ini, ada perubahan nama untuk buyer's room menjadi fashion link. Hal ini dilakukan karena menyadari jaringan fashion yang ada kini telah meluas.

"Ini nantinya akan menjadi kekuatan jaringan dari desainer, buyer, tekstil dan garmen," jelas Jati Hidayat dalam konferensi pers pembukaan fashion link di Senayan City, Jakarta, Senin (3/11/2014).

Sekira 70 stand koleksi dari para desainer kini hadir dalam fashion link. Untuk urusan jumlah buyer, pihak fashion link tidak menyebutkan jumlah yang pasti. Mereka menjelaskan bahwa buyers kebanyakan datang dari domestik dan sekira 12 buyers berasal dari luar negara lain.

Ditanya oleh Okezone mengenai buyer luar dari negara mana saja, Jati tidak menyebutkannya secara rinci. Namun pihak fashion link ini mengaku kebanyakan buyer berasal dari Jepang.

"Luar itu kebanyakan dari Jepang. Beberapa juga ada dari Korea, Inggris dan ada juga beberapa dari kawasan Timur Tengah," imbuhnya.

Dari sekira 70 stand yang ada, kedua stand tersebut dibagi menjadi dua area terpisah. Di bagian area dalam, khusus diperuntukkan untuk para proffesional buyer dengan sistem pre-order. Sedangkan untuk di bagian luar ruangan fashion link, koleksi yang ada bisa langsung dibeli.

Di bagian dalam fashion link, terdapat juga beberapa stand yang merupakan koleksi dari desainer lokal. Jati pun menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bentuk dari kerjasama fashion link. Dimana jaringan ini membantu sesama desainer, baik itu Indonesia, juga beberapa pihak lain yang bekerjasama dalam fashion link.

"Karena kita kerjasama dengan organisasi budaya dengan fashion link. Jadi nanti saat kita ke sana mereka juga akan menyediakan tempat untuk kita dan itu lebih memudahkan juga," tutur Jati Hidayat.

Untuk target fashion link kali ini, Jati menerangkan bahwa inti dari bisnis fashion ini adalah untuk mengekspor koleksi para desainer. Selain itu tanpa disadari bahwa untuk mempromosikan produk desainer lokal kepada masyarakat Indonesia, koleksi desainer haruslah sukses terlebih dahulu di luan negeri baru bisa diterima di pasar lokal.

" Orang kita itu, jika sudah diterima asing, pasar lokal jadi mudah menerima. Jadi mereka mulai senang pakai koleksi yang sudah berprestasi di luar negeri. Ekspor kadang-kadang menjadi bagian pendorong permintaan domestik karena tidak hanya mengembangkan penghasilan atau financial, tetapi juga menciptakan prestis faktor yang prestigiuos sekaligus tren. Orang kita cinta produk Indonesia kalau sudah diterima di luar negeri," pungkas Jati.

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini