nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Luka Bakar Tidak Boleh Ditangani Sembarang

Renny Sundayani, Jurnalis · Selasa 04 November 2014 14:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2014 11 04 481 1060885 luka-bakar-tidak-boleh-ditangani-sembarang-WNnd799ahr.jpg Luka bakar tidak boleh ditangani sembarang (Foto: Renny/Okezone)

PENANGANAN pertama dan perawatan luka bakar yang tepat sangatlah penting. Pasalnya, tindakan yang salah dapat menimbulkan dampak negatif pada kondisi fisik, emosional, dan finansial pasien.

Selain rasa sakit berkepanjangan, perawatan luka bakar yang tidak tepat dapat menimbulkan bekas luka yang mengganggu kehidupan sehari-hari. Tak jarang pasien alami penurunan kepercayaan diri karena bekas luka bakar mengganggu penampilan.

"Pada umumnya, luka bakar yang terjadi di sekitar kita adalah luka bakar termal yang diakibatkan panas atau listrik. Sayangnya masih banyak orang yang langsung olesi luka bakar dengan gunakan pasta gigi atau mentega, karena dianggap dapat meringankan luka. Padahal hal tersebut bukanlah cara yang tepat, justru malah bisa memperparah luka dan menimbulkan infeksi," ujar dr. R. Aditya Wardhana, SpBP-RE (K),MARS, Ketua Unit Luka Bakar Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Selasa,(4/11/2014).

Menurutnya, lukar harus ditangani dengan benar. Salah satunya yakni mendinginkan luka dengan air mengalir, selama 20 menit.

Sementara itu, Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (Perapi) juga siap untuk meningkatkan kualitas pelayanan terkait perawatan luka bakar di Indonesia. Apalagi, Perapi sendiri berkomitmen menjadi wadah untuk berbagi informasi terkini, seperti metode terbaru dalam perawatan pasien luka bakar.

“Informasi tersebut tidak hanya sebatas hanya ditunjukkan kepada spesialis bedah plastik saja, tetapi juga kepada kolega-kolega praktisi kesehatan lainnya dan tentu saja kepada masyarakat awam, " tutup dr.Irena Sakura Rini, MARS,SpBP-RE, Sekretaris Jenderal Perapi Pusat.

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini