Persembahan Terakhir Priyo Oktaviano di DFK

Dwiyasista, Jurnalis · Sabtu 08 November 2014 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2014 11 08 194 1062837 persembahan-terakhir-priyo-oktaviano-di-dfk-hNaUiTK3q2.jpg Koleksi Priyo Oktaviano (Foto: Okezone)

TAHUN ini merupakan terakhir kalinya, Priyo Oktaviano mengikuti gelaran Dewi Fashion Knights (DFW). Sebab, dia ingin memberi kesempatan kepada desainer lain.

Seperti diketahui, DFK merupakan puncak acara dari Jakarta Fashion Week. Priyo sendiri memang sudah enam kali tampil di DFW. "Kemungkinan ini terakhir saya DFK, saya udah enam kali berpartisipasi di DFK. Saya ingin kasih kesempatam untuk generasi baru, untuk bertukar tempat dan merasakan berada di panggung DFK tahun depan," paparnya.

Baginya, DFK adalah kesempatan paling baik bagi para desainer untuk menunjukan kemampuannya dalam hal kreativitas mendesain busana. Apalagi, banyak orang dari berbagai kalangan datang untuk melihat koleksi yang dipersembahkan di DFK.

“Jadi saya rasa, kesempatan ini bagus sekali apabika dimanfaatkan oleh para desainer muda," lanjutnya.

Lebih lanjut, meski tidak akan tampil di DFK, Priyo akan terus berkarya. Bahkan dia berkomitmen untuk memajukan dunia mode tanah air.

“Saya bukan berhenti, tapi justru ingin memajukan fashion Indonesia melalui kesempatan yang saya berikan ini, agar desainer muda tadi bisa seperti Priyo," jelasnya.

Lebih lanjut, di DFK tahun ini, Priyo menghadirkan 13 busana yang menggambarkan keindahan eksotisme hutan Afrika. Melalui koleksinya ini, Priyo bak mengajak menyusuri hutan Afrika yang dipenuhi dengan rerimbunan pohin dan tumbuhan langka. Cerita tentang birunya langit dan sisi eksotis benua hitam, dituangkannya ke dalam satu jenis busana yang tak lekang oleh waktu, yakni jeans.

"Saya senang sekali dengan Benua Afrika. Di sana ada banyak bunga-bunga liar, pepohonan, bebatuan alam yang berkilauan, dan beragam kisah eksotis yang memberikan banyak ide di kepala saya untuk mendesain baju kali ini," katanya.

Benua Afrika memiliki banyak inspirasi yang dapat menjadi paduan unik dalam menghasilkan sebuah karya. African Blu lantas dimainkan di atas permukaan jeans yang divariasikan dengan palet biru pada keseluruhan koleksi.

"Semuanya bertabur warna biru. Mix celana, top, dress, blus, semuanya menggunakan warna biru sesuai dengan kondisi hati saya yang sedang melow. Meski melow, tampilan keseluruhan busananya nanti tetap high fashion," lanjutnya,

Benar saja, jeans yang biasanya memberi kesan kasual, direkonstruksikan menjadi bentuk rancangan yang edgy dan modern. Potongan garis feminin yang membentuk tubuh, dilukis sempurna di tangan Priyo Oktaviano.

"Siluetnya detail sekali. Di atas material jeans, tile sutera, sifon dan linen, ada detail lipit dan tambahan studs batu kristak berukuran besar. Ada juga aksen motif lurik dari Jawa. Terlihat seksi dan sangat cantik!" Paparnya.

Tak berhenti sampai di situ, untuk menambah kesan esktotika Afrika, desainer yang banyak merancang baju untuk para selebritis Indonesia ini, menambahkan aksen bulu dan bunga-bunga liar pada beberapa karyanya.

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini