Presiden Jokowi Bicara Soal Kuliner Indonesia

Dinno Baskoro, Jurnalis · Minggu 30 November 2014 18:38 WIB
https: img.okezone.com content 2014 11 30 298 1072689 presiden-jokowi-bicara-soal-kuliner-indonesia-mjb4KLyPo3.jpg Presiden Jokowi (Foto:Okezone)

MELIHAT potensi dan kekayaan kuliner Indonesia, Presiden Jokowi mengatakan bahwa Indonesia bisa menaklukan dunia dengan kuliner yang dimiliki.

Seperti halnya pengalaman saat Jokowi pergi ke Eropa beberapa tahun lalu untuk perjalanan bisnis, betapa masakan Thailand seperti Tom Yam sangat di kenal. Meski masakan Indonesia seperti gado-gado, nasi goreng, sate sampai telor dadar tidak asing lagi di Belanda, namun untuk sepak terjang di belahan dunia lain belum mumpuni.

Hal ini tak luput direnunginya ketika dalam perjalanan menuju Wonogiri, Jawa Tengah, untuk menanam pohon. Dikutip laman Facebook Presiden Jokowi, Minggu (30/11/2014).

“Kita adalah bangsa yang punya kekayaan kuliner luar biasa, namun bisa dikatakan gagal mem- branding kuliner ke dalam pasar dunia Internasional,” tulis Jokowi dalam akun Facebooknya.

Padahal masakan Indonesia luar biasa enak, mutunya bersaing. Lihat saja rendang yang disebut-sebut sebagai “Masakan terlezat di dunia” yang telah disurvey CNN dalam World’s 50 Most Delicious Foods. Cendol juga, masuk dalam daftar minuman terenak. Padahal, kuliner tersebut asli Indonesia.

“Ini tantangan kita sebagai bangsa menaklukkan dunia dengan kuliner bangsa Indonesia, kita bisa menjadikan Soto Mie sebagai makanan kesenangan di Moskow, Sop Buntut menjadi kegemaran orang-orang di Tokyo atau Soto Ambengan menjadi kegemaran penduduk London,” tulis Jokowi.

Hal tersebut merupakan tantangan bagi generasi muda dan pengusaha-pengusaha kita untuk menembus dunia Internasional, dengan membawa produk-produk masakan kita. Tidak hanya itu, anak-anak muda juga arus bangga dengan masakan bangsa sendiri. Tak perlu minder menyantap gado-gado, lotek, ketoprak, lontong balap ataupun tahu gejrot. Kita bangga atas masakan yang dihasilkan dari sejarah kuliner bangsa kita.

“Dengan kebanggaan itu bisa mengenalkan peradaban kuliner kita di depan bangsa lain. Ayo bangsaku, taklukan dunia dengan kekayaan kuliner kita,” tutupnya.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini