nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teknologi Bedah Robotik di Indonesia Mulai Diminati

Erika Kurnia, Jurnalis · Selasa 02 Desember 2014 14:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 12 02 481 1073551 teknologi-bedah-robotik-di-indonesia-mulai-diminati-bMiQFa90iw.jpg Teknologi bedah robotik di Indonesia mulai diminati (Foto: Prezi)

OPERASI untuk penanganan penyakit dalam, sering kali dihadapkan dengan banyak stigma negatif, seperti biaya tinggi, efek samping, dan kompetensi dokter. Namun, berkat teknologi robotic surgery, semua stigma dapat dihapuskan.

Sejak diperkenalkan pada 2012 lalu, teknologi bedah robotik telah menjadi pilihan pasien dalam penanganan pembedahan. Bedah robotik adalah pembedahan yang menggunakan teknologi tangan robotik sebagai kepanjangan tangan dokter bedah.

"Bedah robotik di luar negeri bukanlah hal baru. Di Indonesia, teknologi ini sudah tersedia dan kini mulai menjadi pilihan banyak pasien untuk melakukan proses pembedahan," tutur dr. Sita Ayu, Arumi, Sp.OG., Koordinator Advance Robotic and Minimally Invasive Surgery (ARMIS), di Double Tree Hotel, Cikini, Jakarta, Selasa (2/12/2014).

Bedah robotik memungkinkan operasi dilakukan tanpa pembedahan besar, mengurangi invasif, efek samping, dan risiko yang dapat diterima pasien dari teknologi operasi yang pernah ada sebelumnya, seperti open surgery dan laparoskopi.

"Rasa nyeri yang minimal dan pemulihan yang sangat cepat, menjadikan bedah robotik sebagai pilihan bagi pasien selama ini," imbuhnya. Hal ini terbukti dengan masa pulih yang sangat cepat untuk operasi yang relatif kompleks selama ini.

Meski pun teknologi bedah robotik belum dapat dipergunakan pada semua proses operasi, namun teknologi ini terbukti efektif dan tepat dipergunakan pada kasus yang kompleks, seperti operasi prostat, kista endometriosis, mioma, angkat rahim, kanker rahim, dan bedah usus.

Di Indonesia, teknologi bedah robotik tersedia di Rumah Sakit Bunda Jakarta. Dalam kurun waktu singkat, sejak 2012 hingga hari ini, sudah lebih dari 100 pasien yang berhasil ditangani oleh operasi robotik.

"Ini merupakan prestasi dan dorongan bagi kami para dokter untuk mengembangkan inovasi, pelayanan jasa kesehatan dan kedokteran yang memberikan manfaat terbaik bagi para pasien," papar dr. Ivan R. Sini, Sp.OG., ahli obstetri yang juga praktisi bedah robotik di RS Bunda. (yac)

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini