nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Endometriosis Dapat Ditangani Bedah Robotik

Erika Kurnia, Jurnalis · Selasa 02 Desember 2014 18:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2014 12 02 481 1073646 endometriosis-dapat-ditangani-bedah-robotik-xGd9lk2V4G.jpg Endometriosis dapat ditangani bedah robotik (Foto: Wisegeek)

ENDOMETRIOSIS merupakan penyakit yang menyerang organ reproduksi wanita. Penyakit ini terjadi jika ada jaringan yang biasanya berada di dalam rahim, muncul di tempat lain. Kondisi ini menimbulkan nyeri, terutama saat haid, dan dapat menyebabkan kemandulan.

Normalnya, jaringan endometrium melapisi rahim dan hanya lepas saat menstruasi. Namun, sel-sel endometrium terkadang menempel di sembarang tempat, seperti di indung telur, saluran telur (falopi), vagina, mulut rahim, dan kandung kemih. Penyebabnya bisa karena aktivitas seksual, atau kesalahan lain saat menstruasi.

Saat ini, pengobatan endometriosis beragam, mulai dari cara alami hingga lewat operasi. Operasi atau pembedahan dapat dilakukan jika jaringan endometrium telah lebih dari 3,8 sentimeter. Pembedahan diperlukan untuk mencegah pelengketan dan penyumbatan saluran falopi.

Salah satu teknik pembedahan adalah dengan menggunakan bedah robotik. Seperti dikutip dari majalah Bunda Edisi 74/2014, dengan bedah robotik, luka sayatan dan bekas operasi akan cukup kecil, hanya dengan beberapa milimeter. Sementara, dengan bedah konservatif, luka sayatan dapat mencapai 10 cm.

Dokter bedah dapat memiliki visualisasi yang baik, karena alat ini memiliki fitur pembesaran 3D dengan high definition. Ahli bedah dapat melihat jaringan abnormal dengan jelas dan detil, sehingga pembedahan akan lebih optimal.

“Kelebihan dari bedah robot lainnya adalah mengurangi rasa sakit pascaoperasi dan waktu penyembuhannya, juga mengurangi luka sayatan yang sering membuat pasien tidak percaya diri,” tutur dr. Sita Ayu Arumi, Sp.OG., dalam acara Pencapaian ke-100 Kasus Nedah Robotik di Double Tree Hotel, Cikini, Jakarta, Selasa (2/12/2014).

Dengan luka kecil, tingkat pemulihan pasien menjadi lebih cepat. Sebagian pasien bahkan dapat kembali beraktivitas dalam waktu dua minggu dibanding mereka yang menjalani operasi besar, yang biasanya memakan waktu penyembuhan selama enam minggu. (yac)

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini