nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kurang Gerak Ancam Masyarakat Perkotaan Kena Osteoporosis

Erika Kurnia, Jurnalis · Senin 08 Desember 2014 11:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 12 08 481 1076029 kurang-gerak-ancam-masyarakat-perkotaan-kena-osteoporosis-EcwcUKFpQ3.jpg Kurang gerak ancam osteoporosis (Foto:Stasiareport)

MASYARAKAT perkotaan di Indonesia terancam rentan terkena osteoporosis karena gaya hidup tidak sehat. Salah satu akibatnya adalah kurangnya aktivitas fisik dan kurangnya kalsium karena kurangnya asupan susu berkalsium tinggi.

Hasil riset consumer polling Fonterra 2013, perusahaan pemasok bahan baku berbasis susu, menemukan fakta bahwa masyarakat Indonesia, khususnya yang hidup di perkotaan, memiliki gaya hidup sedentari atau tidak aktif/duduk terus menerus, rata-rata tujuh jam/hari kerja dan lima jam/hari pada akhir pekan.

Seperti dikutip dari press release puncak Hari Osteoporosis Nasional oleh Fonterra Brands Indonesia, Senin (8/12/2014), saat ini rata-rata konsumsi susu Indonesia baru mencapai 11,09 liter per kapita per tahun, atau cukup rendah bila dibandingkan konsumsi susu Singapura yang mencapai 51 liter.

Perlu diketahui, kalsium yang dibutuhkan oleh tubuh adalah 1000mg untuk usia 19 – 50 tahun, dan 1200mg untuk usia di atas 50 tahun. Konsumsi susu kalsium tinggi dapat membantu mengurangi risiko osteoporosis.

Fonterra Brands Indonesia juga menyelenggarakan riset mengenai manfaat susu kalsium tinggi pada pria dan wanita Indonesia kelompok usia 35-55 tahun. Riset dilakukan bekerja sama dengan Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MSc. MS. Sp.GK (President Elect PEROSI) dari Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RSCM, pada tahun 2012-2013.

Hasilnya menyatakan konsumsi susu tinggi kalsium dua kali per hari dapat menurunkan tingkat pengambilan kalsium dari tulang (resorpsi) dan membantu mempertahankan kalsium tulang. Hasil riset ini memperkuat hasil riset serupa yang dirilis tahun lalu pada wanita pra dan pasca menopause bersama Massey University, St. Thomas Hospital, UK, Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI/RSCM.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa konsumsi susu yang diperkaya kalsium dan vitamin D selama dua minggu dapat menurunkan kadar plasma C-telepeptide of type 1 collagen (CTX) yang merupakan penanda pelepasan mineral (kalsium) tulang sehingga menurunkan risiko terkena osteoporosis.

Osteoporosis merupakan penyakit tulang yang ditandai dengan penurunan massa tulang, di mana tulang menjadi tipis, rapuh dan mudah patah. Osteoporosis dapat menyebabkan patah tulang, yang merupakan penyebab fatal kelumpuhan dan kematian.

Patah tulang pada osteoporosis dapat dicegah, salah satunya melalui pemenuhan asupan kalsium dan melakukan aktivitas fisik sejak dini. Pencegahan osteoporosis dapat dilakukan melalui aktivitas/latihan fisik dengan pembebanan, paparan sinar matahari, serta gizi seimbang dengan kalsium dosis tinggi.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini