nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sosok Ayah Bentuk Sikap Lugas Susi Pudjiastuti

Fitri Yulianti, Jurnalis · Jum'at 12 Desember 2014 13:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2014 12 12 196 1078315 sosok-ayah-bentuk-sikap-lugas-susi-pudjiastuti-KcYSrbW4ce.jpg Susi Pudjiastuti terkenal dengan sikap lugas dan cuek (Foto: Dok. Susi Pudjiastuti)
MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terkenal dengan sikap lugas dan berkata apa adanya. Sosok Susi bahkan terlihat seperti tidak feminin.
 
Kebanyakan perempuan memiliki kelembutan dalam bersikap. Berkebalikan dengan Susi Pudjiastuti yang terlihat lugas dalam melakoni pekerjaannya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.
 
Di banyak kesempatan, Susi cuek dan “galak” dalam bertindak, bahkan juga tampak tomboi. Pembawaan ini, katanya, terbentuk dari lingkungan tempatnya tumbuh besar dan berkarier.
 
"Saya wanita di antara pria. Banyak orang tanya, ‘Kamu perempuan kenapa tidak ini-itu, ini-itu?’ Mungkin pendidikan keluarga yang selama ini membentuk saya demikian," kata Susi saat ditemui di Four Seasons Hotel Jakarta, baru-baru ini.
 
Susi mengakui, sang ayah lah yang mendidiknya demikian. Sang ayah tidak pernah melihat adanya hambatan bagi Susi melakukan berbagai hal, hanya karena dia seorang perempuan.
 
"Apa yang saya lakukan, itu lebih penting," imbuhnya.
 
Menurut Susi, pola didik tersebut menjadi jalan mudah baginya untuk menapaki karier pada bidang yang mayoritas dilakoni kaum pria. Saat diri menilai bahwa menjadi perempuan adalah hambatan berkarya, ujarnya.
 
"Saya tidak merasa terintimidasi dengan lingkungan sekitar saya. Orang tidak akan keberatan selama Anda baik," tandasnya.
 
Dengan sikap ini, Susi kini bisa menempati posisi penting dalam periode pemerintahan lima tahun ke depan. Rekan kerjanya mampu menerima Susi apa adanya.
 
"Akhirnya, dunia setuju dengan saya, termasuk Pak Presiden. Akhirnya orang dalam kabinet dan departemen, dengan kredibilitasnya, juga menerima saya apa adanya," ujarnya.
 
Susi beruntung bisa merasakan kesetaraan gender di tempatnya besar selama ini. Namun, bicara kekerasan terhadap perempuan, Susi tidak sepakat bila diarahkan pada isu kesetaraan gender.
 
"Kita lihat sebagai masalah umum yang harus diselesaikan, bukan gender," tutupnya.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini