Bayi Tabung Berpotensi Miliki Anak Kembar

Renny Sundayani, Jurnalis · Rabu 17 Desember 2014 12:15 WIB
https: img.okezone.com content 2014 12 17 481 1080409 bayi-tabung-berpotensi-miliki-anak-kembar-uD8gG5O14m.jpg Bayi tabung berpotensi miliki anak kembar (Foto: Parentsindia)

BAYI tabung adalah suatu teknik reproduksi di mana terdapat campur tangan manusia, yakni dengan cara mempertemukan sel telur matang dan siap dibuahi, dengan sperma di luar tubuh manusia.

Program bayi tabung bukan hanya membutuhkan biaya yang tinggi, namun juga memiliki risiko tersendiri, salah satunya terjadi kehamilan kembar.

"Risiko alami bayi tabung adalah kehamilan ganda atau anak kembar. Namun risiko yang harus dihadapi adalah si ibu harus melahirkan secara prematur," bebernya di Jakarta, belum lama ini.

Ia menjelaskan, risiko kehamilan kembar akan meningkat dengan banyaknya embrio yang dipindahkan ke dalam rahim. Hal ini akan memberikan risiko persalinan prematur yang memerlukan perawatan lama.

Dengan mempertimbangkan usia istri dan pembatasan jumlah embrio yang akan dipindahkan ke dalam rahim, dapat mengurangi risiko tersebut.

"Kalau di Eropa atau di Australia, bayi kembar lewat proses bayi tabung tidak akan diklaim asuransinya, karena mengingat risiko bayi kembar yang terlahir prematur dan membutuhkan perawatan yang lama di rumah sakit. Belum lagi jika ada komplikasi," pungkasnya.

Tidak seperti kehamilan alami yang lebih kuat, kehamilan dari program bayi tabung ini sangat rentan dengan keguguran di luar kandungan. Melalui pemberian hormon dan pemindahan embrio dengan panduan ultrasonografi, keadaan tersebut diharapkan tidak terjadi. Dan yang terakhir, risiko lain yang timbul dapat berupa biaya yang dikeluarkan, kelelahan fisik, dan stres emosional dalam menyikapi antara harapan dan kenyataan yang terjadi selama mengikuti bayi tabung. (yac)

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini