Beda Bayi Tabung dengan Inseminasi Buatan

Renny Sundayani, Jurnalis · Rabu 17 Desember 2014 15:32 WIB
https: img.okezone.com content 2014 12 17 481 1080535 beda-bayi-tabung-dengan-inseminasi-buatan-kvbFH1YIM5.jpg Beda bayi tabung dengan inseminasi buatan (Foto: Santabanta)

PROGRAM bayi tabung, atau dikenal dengan in vitro fertilization (IVF), sangat bermanfaat bagi pasangan yang mengalami masalah dalam memiliki anak. Selain program bayi tabung, prosedur reproduksi medis lainnya dapat dilakukan dengan artificial insemination (AI) atau inseminasi buatan. Tentunya dengan dua cara medis tersebut menjadi solusi terbaik bagi pasangan yang mengalami masalah kesuburan.

Lantas, apa bedanya inseminasi dengan bayi tabung?

Menurut dr Budi Wiweko Sp.OG, inseminasi hanya mendekatkan sel telur perempuan dengan sperma pria agar terjadi pembuahan dalam rahim. Inseminasi buatan dilakukan dengan menempatkan sperma yang berkualitas ke dalam rahim.

Sedangkan program bayi tabung merupakan prosedur yang lebih kompleks, melibatkan sperma dan sel telur dari pasangan. Keduanya lalu diletakkan dalam tabung agar terjadi pembuahan. Setelah sel telur dibuahi dan membentuk embrio, maka akan ditanamkan ke dalam rahim setelah lima hari pembuahan terjadi.

Ilustrasi proses bayi tabung (Foto: Telegraph)

"Kalau inseminasi, kualitas sperma harus bagus. Perjalanan sperma bergantung dengan kualitas si sperma tersebut untuk sampai ke dinding sel telur, dan terjadi pembuahan. Sedangkan bayi tabung, pria dengan nol sperma pun bisa melakukan pembuahan," tambahnya.

Lebih lanjut program bayi tabung tidak bergantung pada siklus ovulasi perempuan. Namun, siklus ovulasi akan tetap diperiksa agar dapat mengekstrak sel telur matang yang akan difertilisasi.

Sementara inseminasi buatan sangat bergantung dan menyesuaikan waktu ovulasi pasien perempuan untuk mengetahui tingkatan keberhasilan.

Pada program bayi tabung, pembuahan terjadi di luar rahim. Saat pembuahan telah tejadi pada tabung, maka embrio tersebut akan ditanam kembali di dalam rahim.

Berbeda dengan inseminasi buatan, pembuahan terjadi di dalam rahim. Namun, pasien harus melakukan pemeriksaan kehamilan dua minggu setelah melakukan inseminasi buatan untuk mengetahui keberhasilan dari prosedur ini.

Tingkat keberhasilan program bayi tabung lebih tinggi dibandingkan inseminasi buatan.

Inseminasi buatan lebih banyak diminati beberapa pasangan karena harganya yang relatif murah dibandingkan menggunakan program bayi tabung yang membutuhkan biaya Rp80–100 juta. (yac)

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini