Share

Asal-Usul Tradisi Makanan Khas Natal

Irwina Istiqomah, Jurnalis · Kamis 18 Desember 2014 12:53 WIB
https: img.okezone.com content 2014 12 18 298 1080953 asal-usul-tradisi-makanan-khas-natal-ezU6BZJkhs.jpg Asal-usul tradisi makanan khas Natal (Foto: Bluewaterlakeanna)

MAKANAN menjadi salah satu daya tarik dalam tradisi Natal. Beberapa tradisi makanan Natal ini memiliki cerita tersendiri.

Seperti dilansir Thedailymeal, berikut asal-usul tradisi makanan Natal.

Kue Natal

Kue Natal (Foto: Shutterstock)

Kue Natal datang dalam berbagai wilayah di seluruh dunia. Kue dibumbui dengan apa yang dianggap sebagai rempah-rempah Natal, dan taburan buah kering dan kacang. Kue Natal sudah ada sejak abad ke-18 di Inggris. Kue Natal sekarang identik dengan liburan Natal di Amerika Serikat.

Kue untuk Santa

Kue untuk Santa (Foto: Shutterstock)

Zaman sekarang, Anda mungkin tidak biasa menghias pohon Natal dengan makanan. Tetapi pada abad pertengahan di Jerman, makanan seperti apel, wafer, dan kue biasa menjadi ornamen pohon Natal. Setelah tradisi ini menyatu dengan Kristen dan pohon menjadi simbol Natal, anak-anak mulai memperhatikan hilangnya hiasan pohon Natal yang bisa dimakan. Mereka menduga karena Santa yang memakannya. Sejak itulah menjadi tradisi baru, dengan meninggalkan sepiring kue di dekat perapian untuk camilan Santa.

Jeruk di dalam kaus kaki

Jeruk di dalam kaus kaki (Foto: Shutterstock)

Santa memiliki daftar hadiah untuk anak-anak. Anak-anak bandel mendapatkan batu bara, dan anak baik mendapat jeruk. Di Inggris, anak-anak baik di pedesaan mendapat jeruk di kaus kaki Natal mereka. Praktek ini dimulai oleh biarawati pada abad ke-12 di Prancis, yang meninggalkan kaus kaki penuh dengan kacang-kacangan, jeruk, dan buah lainnya di rumah keluarga miskin.

Legenda Buche de Noel

Legenda Buche de Noel (Foto: Shutterstock)

Meski pun ini adalah kue Natal klasik, Buche de Noel atau Yule log (Prancis), kue tradisional ini berasal dari perayaan pagan Inggris pertengahan musim dingin. Pada periode Tudor, kayu bakar dihias dengan pita dibiarkan terus menyala selama 12 hari. Di Prancis, kue berbentuk kayu bakar terbuat dari kue cokelat dan krim yang melambangkan keyakinan bahwa kayu bakar harus menyala terus-menerus pada malam Natal.

Gingerbread bentuk rumah

Gingerbread bentuk rumah (Foto: Shutterstock)

Gingerbread atau kue jahe sudah ada sejak 2400 SM di Yunani. Ada juga yang menyebut sejak akhir abad pertengahan. Gingerbread bentuk rumah berasal dari Jerman pada abad ke-16 dan langsung menjadi bagian dari tradisi Natal. Rumah kue jahe terbesar dibuat pada 2013 yang dibangun dari susunan 4000 jahe yang berbentuk batu bata dan satu ton mentega.

Kue manis Nasaret

Kue manis Nasaret (Foto: Shutterstock)

Kue manis datang dalam segala bentuk dan ukuran dengan taburan gula berwarna. Dibuat dari mentega, gula, dan sedikit vanila. Kue manis ini populer dengan sebutan kue manis Nasaret. Sekarang kue manis Nasaret menjadi kue klasik yang ada saat Natal.

Pesta tujuh ikan

Pesta tujuh ikan (Foto: Shutterstock)

Tradisi pesta tujuh ikan dikabarkan telah dimulai di Italia Selatan, di mana makanan laut berlimpah. Tapi hari ini sebagian besar ditemukan di rumah-rumah Italia dan Amerika. Umat Katolik diharapkan tidak makan daging di Jumat Suci serta pada malam Natal. Ada teori untuk simbolisme tujuh yaitu kisah penciptaan alam semesta yang membutuhkan tujuh hari. Tujuh adalah angka yang paling sering diulang dalam Alkitab. (yac)

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini