Keterbatasan Pendengaran Rafi Ridwan Hasilkan Busana Indah

Dwiyasista, Jurnalis · Sabtu 20 Desember 2014 18:13 WIB
https: img.okezone.com content 2014 12 20 194 1081921 keterbatasan-pendengaran-rafi-ridwan-hasilkan-busana-indah-CQhreLCbIz.jpg Rafi Ridwan desainer berprestasi (Foto: Paulatrenset)

SEPERTI apa rasanya berbicara tanpa kata dan mendengar tanpa suara? Ungkapan itulah yang disampaikan Shinta Ayu Handayani, sang ibunda ketika menceritakan putranya, Rafi Ridwan.

Rafi Ridwan merupakan desainer termuda di Indonesia. Meski memiliki keterbatasan, hal itu bukan halangan bagi Rafi untuk berprestasi.

“Rafi terlahir tuli total, sebelum dia diimplan. Waktu Rafi masih berumur empat tahun, dia pernah bertanya pada saya, ‘Mama, suara itu apa?’, sebab dia tidak pernah mendapat manfaat dari alat bantu pendengarannya. Dia juga tanya, ‘apa sebabnya harus pakai alat?’ Lalu saya jawab supaya bisa mendengar. ‘Mendengar apa?’ Suara. Setiap dia tanya suara itu apa? Sebenarnya hati saya remuk redam, sedih. Rasanya perih sekali, jadi setiap dia tanya itu, saya nylimur kalau kata orang Jawa,” tutur Shinta kepada Okezone di Jakarta, belum lama ini.

Nylimur atau selalu menghindar dan mengalihkan perhatian menjadi cara yang selalu Shinta lakukan. Ia kerap bingung menjawab pertanyaan Rafi tanpa menyakiti hatinya.

“Akhirnya, entah mendapat ilham dari mana, saya menjelaskan bahwa warna itu seperti suara, ada merah, kuning, hijau, biru, dan masih banyak lagi. Sama seperti suara, ada yang terlihat ceria, tegas, dan ada pula yang murung. Alhamdulilllah, ternyata Rafi dapat menerima dan tidak merasa terluka dengan jawaban saya itu,” ujarnya.

Penjelasan sang mama tersebut akhirnya memberi dampak besar bagi Rafi. Dalam setiap koleksi busana yang ditampilkan, Rafi selalu menyelipkan ragam warna yang memiliki filosofinya tersendiri.

Warna-warna cerah seperti oranye, merah, hijau, dan kuning merefleksikan keindahan, semangat, dan mimpi yang kuat dalam menjalani hidup. Sementara, warna-warna bold, seperti biru dan ungu, menggambarkan keteguhan dan kesabaran Rafi setiap melewati rintangan.

“Melalui warna-warna tersebut, Rafi ingin mengisi kekosongan hidupnya akan suara. Paling tidak, dia juga tidak akan terlalu merasakan kehilangan suara sebab ia akan menggantinya melalui banyak warna di atas sebuah kain,” ungkap Shinta.

Menutup 2014, Rafi bergabung dalam gelaran I Fashion Festival yang diselenggarakan MNC Fashion, baru-baru ini, di Hotel Indonesia Kempinski. Dalam gelaran tersebut, Rafi menampilkan banyak percampuran aneka warna dan material kain, seperti batik pesisir dan tenun ikat Bima, ke dalam cutting yang modern.

Rafi juga bereksplorasi dengan kain jumputan, yang percampuran warnanya ia lakukan sendiri. “Koleksi ini memiliki arti yang sangat besar bagi Rafi karena merupakan wadah baginya untuk merefleksikan kecintaannya akan warna atau suara ke dalam kain-kain tradisional Indonesia,” pungkasnya.

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini