nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Puteri Indonesia Pariwisata 2008 Lolos dari Kecelakaan AirAsia

Evi Elfira, Jurnalis · Selasa 30 Desember 2014 17:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2014 12 30 196 1085809 puteri-indonesia-pariwisata-2008-lolos-dari-kecelakaan-airasia-tzfPF5qjPc.jpg Puteri Indonesia Pariwisata 2008 lolos dari kecelakaan AirAsia (Foto: Straitstimes)

JUARA dua Puteri Indonesia 2008 Anggi Mahesti dan sembilan anggota keluarganya lolos dari kecelakaan pesawat AirAsia QZ 8501 rute Surabaya-Singapura. Anggi dan keluarga tidak mengalami kejadian tersebut karena gagal untuk memeriksa email pemberitahuan mengenai waktu keberangkatan pesawat.

Sebagaimana diketahui, Anggi seharusnya berangkat dari Bandara Internasional Juanda di Surabaya menuju Singapura pada hari Minggu pukul 8.30 WIB. Beruntung, karena Anggi dan keluarganya tidak melihat email pada tanggal 15 Desember. Selain itu, mereka tidak menjawab panggilan dari pihak maskapai yang ingin mengonfirmasikan bahwa penerbangan mereka dimajukan menjadi pukul 5.35 WIB.

Keluarga ini selamat dari kecelakaan AirAsia QZ 8501 (Foto: Dailymail)

Anggi dan keluarga sampai di bandara dalam dua mobil yang berbeda, tepat pada saat telefon terakhir dari pihak maskapai. Hanya dalam waktu 42 menit kemudian, penerbangan pesawat Air Asia dinyatakan hilang oleh radar.

“Pihak resmi bandara memberitahu suami saya bahwa itu adalah hadiah Natal dari Tuhan untuk keluarga kami. Kami memutuskan untuk tidak terbang setelah itu karena kami terlalu takut dan tidak ingin bermain dengan takdir,” kata Anggi Mahesti sebagaimana dikutip dari Dailymail, Selasa (30/12/2014).

Wanita berusia 27 tahun ini bersama dengan suaminya, Ari Putro Cahyono, dan ibu mertua beserta dua anak mereka, seharusnya terbang ke Singapura untuk menikmati hari libur. Mereka berencana untuk menghabiskan waktu selama sepekan bersama saudara iparnya yaitu Joedhey Ribawantodwi, dengan sang istri, Christianawati, dan ketiga anak mereka.

Anggi Mahesti dan suami (Foto: Dailymail)

Seluruh anggota keluarga mengetahui bahwa pesawat yang seharusnya mereka naiki telah menghilang, ketika pihak bandara menghampiri mereka pada pukul 9.00 WIB dan mengatakan, “ Ini adalah hadiah Natal terbaik yang pernah didapatkan keluarga kalian. Pesawat yang seharusnya kalian naiki telah menghilang dan jatuh.”

Saudara Anggi, Christianawati, mengaku merasa benar-benar lemas ketika mereka mendengar kabar tersebut. Suaminya pun sebelumnya menyaksikan para penumpang berlarian menuju gerbang bandara untuk mengejar penerbangan tersebut, selagi keluarga Anggi Mahesti menunggu kelompok keluarga lainnya sampai di bandara. (yac)

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini