nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bali Diguyur Hujan, Turis Tetap Nikmati Tahun Baru

Rohmat, Jurnalis · Rabu 31 Desember 2014 22:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2014 12 31 406 1086469 bali-diguyur-hujan-turis-tetap-nikmati-tahun-baru-gjYq25d5po.jpg Bali Diguyur hujan, turis tetap nikmati Tahun Baru (Foto: Pegipegi)

DENPASAR - Bali sedang diguyur hujan. Meski hujan tapi tak mematahkan semangat turis lokal, asing maupun warga Bali mengurungkan niat merayakan Tahun Baru.

Wisatawan dan masyarakat lainnya yang tengah berlibur di Pulau Bali tak ingin melewatkan malam pergantian 2014 ke 2015 dengan bersuka cita diwarnai pesta kembang api meski di bawah guyuran hujan.

Menjelang matahari senja Kota Denpasar dan Sebagian wilayah Kuta diguyur gerimis yang datang silih berganti, Rabu (31/12/2014).

Meski banyak yang berlibur namun dari pantauan beberapa jalan seperti di Jalan By Pass Ngurah Rai, Sunset Road, IMam Bonjol, relatif tampak lengang, aktivitas berkendara di jalanan realtif belum menimbulkan kemacetan panjang.

Sementara di Kuta, sejak sore pukul 16.00 Wita mulai diberlakukan steril dari kendaraan roda empat hingga malam pergantian tahun.

Beberapa pedagang terompet dan kembang api hingga mercon tetap bertahan di bawah guyuran hujan menanti pembeli.

"Lumayan, ada saja yang beli, " ujar Heru Setiawan seorang pedagang kembang api di Kerobokan.

Mereka yang membeli kembang api atau terompet terutama wisatawan bermobil yang ingin menyambut tahun baru dengan suka cita bersama keluarga.

Letusan kembang api hampir di merata di sejumlah wilayah Kuta dan Denpasar, saling bersahutan satu dengan yang lain hingga malam ini.

"Meriah sekali, pesta kembang apinya, tadi saya sempat lihat di Pantai Kuta," ujar Wawan wisatawan asal Jawa Tengah yang tengah berlibur di Kuta.

Di Pantai Kuta menjadi pusat keramaian dan menjadi buruan wisatawan asing dan domestik yang ingin merayakan malam pergantian tahun bersama orang terdekat dan keluarga lainnya.

Untuk mengamankan jalannya acara malam pergantian tahun, satuan pengaman desa adat atau pecalang juga dikerahkan membantu polisi agar berjalan lancar.

Di Pantai Kuta dan sekitarnya menjadi langganan pesta kembang api serta diramaikan dengan hiburan panggung musik untuk menghibur wisatawan asing dan domestik.

Demikian juga, di Kota Denpasar, pesta kembang api tak pernah berhenti hampir dapat ditemukan di semua wilayah, meskipun guyuran hujan datang siling berganti.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini