Didi Budiardjo Sayangkan Indonesia Tak Miliki Museum Batik

Wilda Fitria, Jurnalis · Senin 19 Januari 2015 19:48 WIB
https: img.okezone.com content 2015 01 19 194 1094395 didi-budiardjo-sayangkan-indonesia-tak-miliki-museum-batik-BRQpOMpfVk.jpg Didi Budiardjo sayangkan Indonesia tidak memiliki museum batik (Foto: Dede/Okezone)
BATIK Indonesia sangat terkenal di mancanegara. Namun, desainer Didi Budiardjo menyayangkan minimnya apresiasi pemerintah terhadap batik untuk diwadahi dalam sebuah museum tingkat nasional.
 
Desainer Didi Budiardjo mengatakan, museum merupakan bagian terpenting bagi peradaban sebuah bangsa. Indonesia yang memiliki banyak sekali ragam batik seharusnya bisa lebih mengapresiasinya.
 
“Museum bagi saya merupakan bagian terpenting bagi peradaban sebuah bangsa. Dan, ketika kita terlarut dalam euforia bahwa batik sudah diakui sebagai warisan dunia, seharusnya kita juga mengapresiasi,” katanya kepada Okezone di sela pameran "Pilgrimage" 25 Tahun Berkarya Didi Budiardjo di Museum Tekstil, Jakarta, Senin (19/1/2015).
 
Menurutnya, museum batik dapat menjadi sebuah wadah. Pasalnya, banyak kolektor yang mau merelakan atau menyumbangkan koleksinya jika museum nantinya dikelola dengan serius.
 
“Karena saya tahu bahwa kolektor juga sebenarnya merelakan koleksinya. Tetapi kalau tidak ada wadahnya mau diarahkan kemana? Keseriusan pemerintah untuk menangani museum batik itu sangat diharapkan,” imbuh Didi.
 
Wadah tersebut juga diharapkan tak ditangani secara asal-salan untuk membangun kepercayaan para kolektor. “Bagaimana mereka mau percaya, semua harus ditangani dengan serius,” lanjutnya.
 
Tindakan serius mengelola museum batik juga agar Indonesia tidak tertinggal dengan negara lain. Misal, Singapura, yang memiliki museum kain etnik dengan pengelolaan yang sangat baik.
 
“Kain-kainnya, batiknya dari Hokokai, Pekalongan, semua dari Indonesia, tapi kita enggak punya museum seperti itu yang menampung semua,” tutupnya.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini