Share

Pasokan Kacang Hijau Posyandu Ditemukan Berjamur

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 19 Januari 2015 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2015 01 19 481 1094279 pasokan-kacang-hijau-posyandu-ditemukan-berjamur-sOke770rUT.jpg Kacang hijau posyandu ditemukan berjamur (Foto: Arif Julianto)

SISTEM layanan posyandu di DKI Jakarta membuat istri Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, Veronica Tan, prihatin. Salah satu masalahnya yakni ditemukan pasokan kolak kacang hijau yang berjamur saat tiba di posyandu.

Perempuan yang menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta itu mengatakan, masalah tersebut diperkirakan karena minimnya anggaran posyandu. Pasalnya, tahun lalu anggaran posyandu masih menjadi satu dengan puskesmas, sehingga muncul masalah yang masih terbengkalai hingga kini.

“Kalau tahun lalu posyandu punya anggaran masuk ke puskesmas, jadi agak sedikit bermasalah. Anggaran setahun untuk posyandu itu bisa miliaran, sementara kita masih kurang anggaran untuk bikin kolak kacang hijau misalnya,” ucap Veronica kepada Okezone saat ditemui di City Plaza Building, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (19/1/2015).

Ia melanjutkan, bahan-bahan pembuat kolak kacang hijau yang sudah tersedia di sebuah puskesmas dinilai tidak ditangani dengan baik. Pasalnya, pejabat setempat tidak mau bergerak cepat dan mengakibatkan pasokan kacang hijau tersebut sering terbengkalai. Bahkan, ditemukan berjamur saat disetorkan ke posyandu.

“Sudah anggaran banyak, bahan-bahan (kacang hijau-red) ditaruh di puskesmas. Harusnya ibu lurah yang ketok puskesmas, walaupun kader sudah bantu. Saya tak paham dengan birokrasi sebegitu cepat perubahannya, akhirnya tak ter-cover. Saat kacang hijau sampai ke posyandu, kondisinya sudah bulukan,” ungkapnya.

Adanya kasus ini, perempuan yang akrab disapa Vero itu ingin segera mengevaluasi masalah yang terjadi agar sistem layanan posyandu semakin sempurna. Di samping itu, ia berharap semua masalah bisa diselesaikan pada 2015.

“Katanya tahun ini anggaran dikembalikan ke posyandu, tak jadi satu dengan puskesmas. Masalahnya, kita juga butuh data-data, dan pola pikir harus diperbaiki. Kalau satu orang kerja di provinsi sampai kapan masalah ini berakhir? Saya harap tahun ini masalah itu cepat berakhir dan tahun depan bisa lebih menganggarkan dengan baik,” tutupnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini