Share

Jatuh Cinta pada Makanan Perpaduan Jawa-Yunani

Santi Andriani, Jurnalis · Minggu 25 Januari 2015 09:05 WIB
https: img.okezone.com content 2015 01 24 298 1096737 jatuh-cinta-pada-makanan-perpaduan-jawa-yunani-1lMIvtoG5r.jpg Souvlaki chicken kuliner perpaduan Jawa dan Yunani (Foto:Okezone)

MENEMUKAN tempatnya agak sulit, karena berada di belakang gedung perbelanjaan bilangan Jakarta Selatan. Tapi begitu sampai dan duduk di salah satu sudutnya, Okezone langsung jatuh cinta dengan HaloNiko!

Okezone belum tahu cita rasa makanan yang dijual, yang membuat jatuh cinta pertama kali adalah suasana restoran berkonsep warung ini. Tempatnya hommy dengan dipenuhi interior unik perpaduan Jawa dan Yunani. Rumah makan ini menyuguhkan makanan yang merupakan perpaduan kuliner Yunani atau Greek dan Jawa. Seperti pemiliknya, sepasang suami istri, Rika Harjosuwarno, berdarah Jawa yang menemukan pasangan hidupnya, Nikolaos Avgoustino, asli Yunani.

Kursi dan sofa dengan ukiran Jawa dipadu dengan bantal serta sofa dengan pola Yunani. Hiasan miniatur kaleng kerupuk, lampion petromak, bahkan teko digantung sebagai hiasan semakin menimbulkan suasana kental budaya Jawa. Nama menu yang ditulis tangan dengan kapur warna warni menambah kemeriahan tempat makan yang tidak berukuran besar ini.

"Teko-teko itu digantung bukan tanpa alasan. Teko itu kalau dengan pelafalan bahasa Jawa kan artinya datang, harapannya tentu mengundang banyak orang untuk datang dan mau makan di tempat ini," kata Rika ketika ditemui Okezone di Resto HaloNiko! di Jalan Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (24/1/2015).

Lama mengobrol menceritakan 'warung makannya', sampailah Rika mempersilahkan Okezone menikmati hidangan yang sudah datang ke meja. Menu makan siang itu terdiri dari souvlaki chicken, mama mousaka dan greek salad sebagai main course, banana cake sebagai cemilan pembuka, bugatsa atau cream pie sebagai dessert. Sedangkan untuk minumannya, Rika menyuguhkan vanilla lime.

Hidangan pertama yang saya cicipi adalah mama mousassaka, semacam lagsana. Isiannya berupa daging cincang, eggplant (terong), ubi manis, dikepung dengan milk cream sauce, mozzarella dan parmesan cheese. Rasa lezat gurih dipadu dengan terong sangat pas. Tapi, begitu menggigit ubi yang memiliki potongan besar, sepertinya ada rasa yang kurang pas. Ubi bercita rasa manis sedikit mengganggu rasa mama mousaka.

"Kalau di Yunani, aslinya memang pakai kentang. Tapi untuk mengambil unsur Jawanya, kami menggantinya dengan ubi," ungkap Kika, panggilan akrab Rika.

Hidangan kedua yang masuk ke mulut adalah souvlaki chicken. Hidangan ini tampilannya mirip kebab asal Timur Tengah, tapi dengan daging ayam. Pertama agak ragu menyantapnya karena perut sedikit kenyang dengan mama mousaka yang padat. Tapi karena penasaran, apalagi daging ayamnya sangat royal, segera saya melahapnya pelan-pelan.

Yup, untuk kedua kalinya Okezone kembali jatuh cinta dengan HelloNiko! Rasanya lezat di mulut dengan rasa ketumbar yang begitu kuat. Daging ayam cincangnya tak kalah lezat, meski dicincang kasar teksturnya lembut. Potongan daun ketumbar digunakan sebagai isian, sementara daging ayamnya diolah dengan ketumbar yang ditumbuk kasar. Pecahan-pecahan ketumbar masih terlihat diantara ayam yang diolah dengan mesin seperti pembuat daging sapi untuk kebab. Rotinya pun memiliki tekstur lembut, ternyata pembuatannya dilakukan homemade.

Dimana unsur Jawanya? Lagi-lagi ubi menemani kebab ala Yunani ini. Tapi fried yum (ubi goreng) kali ini tidak bisa ditolak. Mengapa? Ubi dipotong tipis bulat-bulat, digoreng garing dan ditaburi garam. Tekstur crispy tidak kalah sebagai pengganti kentang goreng, side dish asli souvlaki chicken di Yunani.

Kalau untuk greek saladnya, selain dari rasanya yang segar dan potongan sayuran, seperti tomat, ketimun, red and green paprika dalam ukuran besar. Untuk harganya, seporsi mama mousaka dibanderol Rp65 ribu, souvlaki chicken Rp65 ribu dan greek salad Rp75 ribu.(jjs)

(yac)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini