Menteri Puan Gerakkan Kebiasaan Hidup Bersih & Sehat

Erika Kurnia, Jurnalis · Rabu 28 Januari 2015 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2015 01 28 481 1098393 menteri-puan-gerakan-kebiasaan-hidup-bersih-sehat-gUL1S4iPfJ.jpg

PEMERINTAHAN Presiden Joko Widodo selalu mencanangkan program gerakan revolusi mental. Salah satu implementasinya adalah dengan mendukung kebiasaan Perilaku Hidup Bersih (PHBS) sejak usia sekolah.

Hal ini seperti dilakukan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani saat mengadakan kunjungan kerja ke SMPN 1 Cisarua, Bandung, Jawa Barat. Dengan kunjungan tersebut, Menteri Puan mengharapkan generasi Indonesia kedepan menjadi sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia.

Menteri tidak hanya membantu mengkampanyekan hidup dengan gizi seimbang, namun juga perilaku hidup bersih dan sehat (PBHS), kantin sehat, penerapan budaya disiplin melalui budaya anti, serta kebiasaan untuk berolahraga. Disamping itu, Puan juga mendukungan program wajib belajar 12 tahun, dan menekan angka pernikahan dini.

"Tidak ada alasan bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk tidak melanjutkan pendidikan. Pemerintah menyediakan Program Indonesia Pintar sebagai jaminan untuk anak-anak menyelesaikan pendidikan, hingga jenjang pendidikan menengah ke atas. Ini secara tidak langsung akan menunda usia pernikahan dini, termasuk dengan Program BKKBN GenRe (Generasi Berencana)," sampainya pada acara yang didukung oleh kerja sama CSR PT Tempo Group, pada Kamis (28/1/2015).

Dengan kuatnya pemahaman tentang sadar gizi dan PBHS, Menteri Puan mengharapkan agar anak-anak sekolah bisa mengimplementasikannya di kemudian hari. Hal ini akan menurunkan angka kematian ibu melahirkan, kematian bayi, bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), dan mempersiapkan generasi muda untuk lebih siap dan berkualitas untuk menghadapi tantangan global.

"Adapun pantun dari saya, jangan coba minum minuman terlarang, sebelum minum jamu. Jangan bermain mata, sebelum tamat sekolah. Dengan ini, saya mengharapkan bahwa lima sampai 10 tahun kemudian akan tercipta generasi Indonesia yang sehat jasmani dan rohani, serta berdaya saing baik di dalam maupun di luar negeri," pesannya. (ren)

(yac)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini