nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Sering Bengong Bisa Jadi Tanda Epilepsi

Erika Kurnia, Jurnalis · Kamis 29 Januari 2015 15:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 01 29 481 1098872 anak-sering-bengong-bisa-jadi-tanda-epilepsi-CUfp989eu3.jpg Anak sering bengong bisa jadi tanda epilepsi (Foto: Totaltippinstakeover)

EPILEPSI selama ini sering diidentifikasikan dengan gejala kejang-kejang seluruh badan. Padahal gejala epilepsi bisa berupa kelumpuhan organ gerak, kejang parsial, termasuk gejala melamun secara tidak sadar untuk sesaat.

Spesialis saraf anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr dr Irawan Mangunatmadja, SpA(K), menjelaskan bahwa gejala epilepsi pada anak bisa bersifat aktif, seperti kaku seluruh tubuh, gerak ritmik secara beraturan yang dikenal sebagai kejang.

“Serangan dapat pula bersifat negatif, seperti anak tiba-tiba lemas seluruh tubuh. Bisa juga aktivitas anak tiba-tiba berhenti kemudian anak tampak bengong. Gejala ini umumnya berlangsung kurang dari lima menit,” tuturnya dalam seminar media Unmask Epilepsy, di Jakarta, Kamis (29/1/2015).

Gejala tersebut bisa dicurigai sebagai epilepsi apabila terjadi secara berulang dengan jarak waktu minimal 24 jam. Irawan menambahkan, serangan epilepsi umum berupa gerakan seluruh tubuh kaku, lemas, atau kelojotan. Adapun serangan epilepsi bersifat fokal atau sebagian saja.

“Gejala fokal ini hanya mengenai satu sisi badan, seperti yang dijelaskan sebelumnya, juga seperti kepala dan mata perpaling ke satu arah. Jadi tidak benar bahwa anak yang epilepsi mulutnya harus berbusa dan anggapan kalau air liur orang epilepsi bisa menularkan penyakit,” jelasnya.

Epilepsi merupakan penyakit neurologi atau saraf yang disebabkan gangguan pada saraf pusat (otak). Epilepsi bisa diturunkan, meskipun angka kejadiannya sedikit, dan bisa juga simtomatik karena penyakit tertentu atau kecelakaan.

“Untuk gejala bengong ini genetik. Namun tidak menyebabkan gangguan pertumbuhan. Kalau bisa diobati dengan baik, dia bisa membaik,” tambahnya. Bila gejala epilepsi yang sama ditemukan secara berulang lebih dua kali, perlu bagi orangtua untuk segera memeriksakan anak ke dokter untuk mendapat terapi obat.

(yac)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini