Share

Lima Hal Utama Penanggulangan DBD

Dewi Kania, Jurnalis · Minggu 01 Februari 2015 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2015 02 01 481 1099977 lima-hal-utama-penanggulangan-dbd-EReu2iftNy.jpg Lima hal utama penanggulangan DBD (Foto: Vectorbase)

PENYAKIT deman berdarah dengue (DBD) masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) di Sulawesi Utara. Kementerian Kesehatan RI mempunyai lima hal utama untuk menanggulangi masalah tersebut.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP (K), MARS, DTM&H, DTCE mengatakan, lima langkah tersebut tercakup dalam preventif, promotif, dan kuratif. Dalam hal ini, butuh kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan petugas kesehatan di semua wilayah Indonesia.

“Pertama, masyarakat harus tahu langkah promotif, dalam bentuk penyuluhan luas ke masyarakat, melalui berbagai sarana media yang ada. Kedua, barulah melakukan langkah preventif seperti menjalankan 3M (menguras, menutup, mengubur-red), fogging, dan pendekatan spesifik seperti bioinsektisida,” ujarnya lewat pesan singkat yang diterima Okezone, Minggu (1/2/2015).

Ketiga, tambah Prof Tjandra, pengawasan epidemiologi penting dibutuhkan untuk memantau keadaan secara berkala, tindakan yang akan dilakukan, serta melihat kurva epidemiologi suatu KLB.

Keempat, kuratif dalam bentuk penanganan di fasilitas pelayanan kesehatan, baik klinik, puskesmas maupun rumah sakit, dirangkum dalam tiga hal penting, antara lain diagnosis dengan kriteria klinis dan laboratoris, identifikasi tanda kegawatan atau fase kritis, penanganan demam dengue (DD) dan DBD secara umum, serta penanganan intensif pada DBD dengan tanda kegawatan (DBD derajat III dan IV).

“Kelima, ada penggerak tiga komponen utama masyarakat sesuai komitmen politik pimpinan daerah, peran penting tokoh lokal masyarakat, dan partisipasi aktif masyarakat luas,” simpulnya.

(yac)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini