nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Minum Obat Tingkatkan Kualitas Hidup Penderita Epilepsi

Erika Kurnia, Jurnalis · Senin 09 Februari 2015 14:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 02 09 481 1103323 minum-obat-tingkatkan-kualitas-hidup-penderita-epilepsi-uJ2kJBiSBZ.jpg Minum obat tingkatkan kualitas hidup penderita epilepsi (Foto: Dailyrecord)

EPILEPSI dapat diobati dan dikendalikan untuk meningkatkan kualitas hidup orang dengan epilepsi (ODE). Terapi medis yang tepat akan membantu mengurangi gejala kekambuhan.

Epilepsi yang belum banyak diketahui atau ditakuti orang sering kali membuat ODE menderita. Datang ke pengobatan alternatif justru memperburuk kondisi ODE. Padahal setidaknya ODE harus diberikan terapi dengan obat anti-epilepsi (OAE), khususnya bila ODE sering menderita serangan kejang.

“Obat yang ada untuk epilepsi tidak menghilangkan kejang, tetapi mengontrol kekambuhan kejang. Oleh karena itu, kita harus memotivasi pasien untuk minum obat bila ingin hidup normal,” kata dr Fitri Octaviana Sumantri, SpS(K), M.Pd.Ked; neurolog dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

OAE dapat diberikan bila dokter telah menganjurkan terapi ini untuk mereka yang positif epilepsi. Orang mengidap epilepsi bila sering terjadi serangan kejang atau serangan dalam bentuk lain lebih dari satu kali dengan bentuk yang sama, minimal interval satu kali 24 jam. Dua tahun adalah waktu standar untuk pemberian OAE, namun obat diberi sesuai masing-masing individu.

“Tujuan pemberian OAE adalah agar serangan epilepsi berhenti. Orangtua atau pendamping ODE diharapkan mengikuti anjuran dokter untuk memberikan OAE selama dua tahun agar ODE terbebas dari kejang,” kata Dr dr Irawan Mangunatmadja, SpA(K); neurolog anak RSCM.

Terapi yang tepat juga akan mengurangi kecenderungan otak untuk mendapatkan bangkitan dengan cara mengurangi kegiatan elektrik berlebih atau mengurangi rangsangan yang diterima oleh neuron atau saraf dalam otak. Jika terapi obat yang telah dijalankan dengan baik tidak membantu, maka dapat dipikirkan cara lain untuk mengontrol kejang.

“Apabila pemberian OAE tidak membantu banyak dalam mengontrol kejang, terapi lain seperti diet tinggi lemak (diet katogenik) dan pembedahan otak dapat dilakukan,” tambahnya.

(yac)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini