nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aturan Berkendara bagi Pengidap Epilepsi

Erika Kurnia, Jurnalis · Senin 09 Februari 2015 15:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 02 09 481 1103331 aturan-berkendara-bagi-pengidap-epilepsi-a55sypdZ5i.jpg Aturan berkendara bagi pengidap epilepsi (Foto: Kircher)

SERANGAN yang dialami pengidap epilepsi tentu akan berbahaya untuk mereka yang menyetir. Di sejumlah negara, peraturan berkendara untuk orang dengan epilepsi dibuat untuk keselamatan bersama.

“Di Inggris pemerintah memperbolehkan penderita epilepsi untuk berkendara bila telah tujuh tahun bebas serangan. Di Amerika Serikat setelah dua tahun. Bahkan ada negara lain yang secara tegas melarang penderita epilepsi untuk berkendara,” kata dr Fitri Octaviana Sumantri, SpS(K), M.Pd.Ked; neurolog dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), di Jakarta.

Serangan epilepsi dapat dibagi menjadi dua, yaitu epilepsi umum dan epilepsi parsial yang mengganggu kesadaran dan kontrol fisik atau emosi. Epilepsi tidak hanya berupa kejang seluruh badan, pasien dapat kehilangan kesadaran dan tampak bengong, tubuh kaku, kontraksi tak terkontrol, hilangnya kemampuan sensorik di bagian tertentu, dan perubahan emosi.

“Akan sangat berbahaya bagi pengidap epilepsi untuk menyetir. Sementara, sejauh ini, di Indonesia belum ada regulasinya. Maka dari itu, prinsip amannya, orang dengan epilepsi harus dinyatakan dokter bebas gejala terkontrol dalam dua tahun,” jelasnya.

(yac)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini