nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jeruk Mandarin & Makna Berbagi dalam Tradisi Imlek

Devi Setya Lestari, Jurnalis · Rabu 18 Februari 2015 12:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 02 18 298 1107432 jeruk-mandarin-makna-berbagi-dalam-tradisi-imlek-5dizvOrIg9.jpg Makna jeruk dalam tradisi imlek (Foto:Wikipedia)

JERUK dalam bahasa Mandarin disebut ‘chi zhe’, ‘chi’ artinya rezeki dan ‘zhe’ berarti buah. Jadi jika digabungkan, jeruk memiliki arti buah pembawa rezeki. Warnanya yang oranye cantik ternyata juga memiliki makna tersendiri.

Saat ditemui Okezone, di Jakarta beberapa waktu lalu, Chef Mak Yat Meng, seorang executif chef yang juga berdarah Tionghoa menjelaskan, “Jeruk mandarin memiliki warna orange yang bagus. Masyarakat China mengartikan warna orange cerah ini dianggap sebagai lambang emas yang berkonotasi pada rezeki yang berupa uang,” katanya.

Konon disebut jeruk mandarin karena pada jaman dahulu buah ini hanya disediakan untuk para pejabat di Tiongkok kuno. Saat ini jeruk mandarin sangat mudah dijumpai di pasaran. Saat perayaan Imlek tiba, masyarakat Tionghoa akan membagikan makanan ke sanak keluarganya dengan maksud agar rezekinya terus bertambah. Salah satu makanan yang dibagikan adalah jeruk mandarin ini.

“Ibarat rezeki itu datang dari usaha dan kerja keras, mendapatkan sesuatu harus disyukuri dan kembali berbuat kebajikan, agar bila pada saatnya tiba semua rezeki dan kebahagiaan tidak akan pernah habis dan terus mengalir,” tambah chef yang akrab dipanggil Chef Henry Mak ini.

“Dengan memberi maka tidak akan kekurangan. Buah jeruk memiliki rasa yang beragam ada yang asam dan ada yang manis, demikian juga kehidupan manusia dari sesuatu yang kita perbuat juga tidak selamanya manis. Ada yang asam sudah wajar, menjalani hidup yang penuh dengan pahit getir, tetapi jangan lupa masih ada kenangan manis yang bisa dipetik dan diperoleh,” tutupnya.(ndr/yac)

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini