nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bebas Visa Empat Negara Selesai 2015

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Rabu 25 Februari 2015 11:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 02 25 406 1110343 bebas-visa-empat-negara-selesai-2015-Uz8zRjQp0R.jpg Bebas visa empat negara selesai 2015 (Foto: Lifeanswerandtips)

KEBIJAKAN bebas visa adalah salah satu cara mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman). Kebijakan ini ditargetkan selesai 2015.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan bahwa urusan dengan empat negara, yakni Jepang, China, Korea Selatan dan Rusia akan selesai 2015. Negara pertama yang akan menjadi fokus Menpar adalah Jepang.

Pasalnya hingga saat ini, Jepang telah memberi sinyal atau respons yang bagus mengenai kebijakan ini. Baru kemudian tiga negara lain akan menyusul secara bertahap.

“Targetnya tahun ini selesai. Triwulan satu Jepang, triwulan kedua China, triwulan tiga Korea Selatan dan triwulan empat Rusia. Target marketnya keempat negara itu. Tapi dalam implementasinya, kita harapkan Jepang dulu. Karena Jepang menyatakan mau juga. Saya sudah ketemu dengan Menlu, agar dipercepat,” terang Arief Yahya kepada Okezone di Bintan, Kepulauan Riau baru-baru ini.

Arief juga mengungkapkan alasan Rusia dipilih sebagai salah satu dari empat negara yang diberikan kebijakan bebas visa.

Menurutnya, karakter wisatawan asal Rusia adalah senang mengeluarkan uang ketika berlibur. Mereka juga lebih banyak menginap di hotel berbintang.

“Rusia itu juga bagus, mereka spending-nya besar. Selalu di bintang 5 dan bintang 4. Jadi bisa dua ribu sampai tiga ribu dollar per orang,” katanya.

Seperti diketahui, seharusnya ada lima negara yang menjadi target untuk pembebasan visa, termasuk Australia. Namun, Australia dan Indonesia memiliki perbedaan sistem visa. Australia menggunakan sistem universal, sementara Indonesia menggunakan sistem resiprokal. Sehingga tinggal empat negara yang menjadi fokus Menpar.

Setelah urusan empat negara tersebut selesai, Arief Yahya akan mulai fokus untuk mencari negara pengganti Australia. Negara tersebut disinyalir berasal dari kawasan Timur Tengah.

“Saya akan menyelesaikan empat ini dulu. Baru nanti negara sebagai penggantinya Australia,” tutupnya. 

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini