Batik Diapresiasi Tinggi di Venezuela

Wilda Fitria, Jurnalis · Sabtu 28 Februari 2015 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2015 02 28 194 1111916 batik-diapresiasi-tinggi-di-venezuela-3cE6gSEooJ.jpg Batik Indonesia (Foto:Okezone)

BATIK mendapat tempat yang baik di hati masyarakat Venezuela. Ini dikarenakan kemiripan iklim antara Indonesia dengan Venezuela.

Duta Besar RI untuk Venezuela, Prianti Gagarin Djatmiko Singgih, mengatakan, Venezuela dipilih untuk menjadikan batik Indonesia sebagai produk “go internasional”. Karena, negara tersebut memiliki iklim sub tropis yang hampir sama dengan Indonesia. Selain itu, penduduknya juga sangat menyukai permainan warna.

“Orang Venezuela senang sekali dengan warna. Iklim di sana sub tropis, jadi batik dan katun sangat sesuai dengan iklim dan musim di sana. Jadi sangat menarik jika diperkenalkan,” ungkap Prianti dalam talkshow bertajuk, Batik Diplomacy from Tradition to A Chic Option in Fashion, di Indonesia Fashion Week (IFW) 2015, Sabtu (28/2/2015).

Mengapa batik? Prianti mengatakan, batik dianggap paling pas sebagai sarana diplomasi ke sebuah negara. “Kami telah mencoba dengan sarana lain, misalnya tenun. Tetapi suku Indian di Venezuela masih menenun sehingga di sana banyak. Saat memperkenalkan batik, mereka sangat tertarik,” imbuhnya.

Strategi yang dilakukan, lanjut Prianti, yaitu berupa kompetisi mendesain busana menggunakan batik dengan total peserta 35 desainer muda di Venezuela.

Fashion show batik sudah banyak, makanya kita buat kompetisi mendesain fashion menggunakan batik,” jelas Prianti. Pemenang kompetisi, berhak mendapatkan beasiswa untuk belajar mengenai batik di Yogyakarta selama satu tahun.

Bayu Hari Saktiawan dari Kementrian Ekonomi Kreatif mengungkapkan, diplomasi tersebut sangat berpengaruh besar terhadap perekonomian di industri kreatif. “Tekstil dan produksi tekstil menjadi komoditi tertinggi ke Venezuela,” ujar Bayu.(ndr)

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini