nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bank Makanan Singapura Beri Bantuan bagi yang Membutuhkan

Dinno Baskoro, Jurnalis · Minggu 01 Maret 2015 19:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 03 01 298 1112192 bank-makanan-singapura-beri-bantuan-bagi-yang-membutuhkan-fpeWwVov5l.jpg Bank Makanan Singapura beri bantuan bagi yang membutuhkan (Foto: Soshiok)

DI Singapura, terdapat bank makanan bernama The Food Bank Singapore. Bank makanan tersebut merupakan sebuah organisasi non-profit yang memotivasi orang untuk berbagi kepada sesama dengan menyumbangkan makanan yang tidak diperlukan. Bank ini akan menjadi wadah untuk mengumpulkan makanan yang masih layak konsumsi.

Terlebih untuk perayaan Tahun Baru China kali ini, biasanya masyarakat Singapura akan kebanjiran makanan. Daripada makanan tersebut terbuang, lebih baik dibagikan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan. Berkat adanya inovasi tersebut, sudah terkumpul hampir 1.000 kaleng makanan yang disimpan dalam bak khusus.

The Food Bank Singapore didirikan pada 2012 oleh dua bersaudara Nichol, 36 tahun, dan Nicholas Ng, 35 tahun. Mereka telah mengerjakan dan mendistribusikan kegiatan positif ini bersama.

Makanan yang terkumpul, akan dialokasikan kepada yang lebih membutuhkan, melalui berbagai saluran, seperti amal, Palang Merah Singapura, tim penyelamat dari tentara, dan berbagai pusat penitipan anak dan panti jompo.

“Menurut saya, proyek tersebut merupakan kegiatan yang benar-benar bermakna, terutama untuk orang tua yang hidup sendiri (jompo),” ujar Ms Edlin Hu, tim pekerja sosial medis di Agape Methodist Hospice, sebagaimana dilansir Soshiok, Minggu (1/3/2015).

Ini merupakan pertama kalinya The Food Bank Singapore menyelenggarakan sumbangan untuk kelebihan makanan dalam perayaan imlek sampai cap go meh.

"Kami menyadari bahwa selama musim perayaan Imlek, akan ada banyak kelebihan makanan di sekitar kita,” imbuh Ms Nichol Ng.

Dia juga menambahkan, The Food Bank Singapore hanya akan menerima sumbangan makanan yang masih belum terbuka kemasannya dan masa berlakunya juga dipastikan belum kedaluwarsa. Sejauh ini, sudah banyak makanan yang terkumpul, seperti biskuit, cookies, dan kue tar nanas.

"Daripada dibuang, mengapa tidak menyumbangkan makanan. Kami berharap akan mendapatkan lebih banyak lagi, sehingga kita dapat berbagi suasana meriah dengan lebih banyak orang,” tutup Ms Ng.

(yac)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini