Enam Masalah Kesehatan Bayi Baru Lahir

Mom & Kiddie, Jurnalis · Senin 09 Maret 2015 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2015 03 09 481 1115826 enam-masalah-kesehatan-bayi-baru-lahir-bg6NP99jlf.jpg Enam masalah kesehatan bayi (Foto: Trilighthealth)
KELAHIRAN adalah saat-saat yang ditunggu oleh semua calon orang tua. Melahirkan bayi yang sehat adalah dambaan setiap orang. Namun tak jarang bayi baru lahir terkena masalah kesehatan. Berikut ini adalah enam masalah kesehatan pada bayi baru lahir yang wajib diketahui oleh semua orang tua.

Kolik
Kolik adalah gejala sakit perut pada bayi yang ditandai tangisan terus-menerus dan bayi tampak kesakitan. Bayi yang menderita kolik akan menangis tanpa henti, paling tidak selama tiga jam per hari, tiga hari seminggu dan biasanya berlangsung selama tiga minggu. Hal ini biasa terjadi sejak anak lahir sampai usia 3-4 bulan, dikenal sebagai kolik tiga bulan.

Sayangnya tidak mudah mendiagnosis kolik pada bayi, sebab kolik tidak punya gejala khas yang membedakan dengan penyakit lain.

Kuning

Penyakit kuning bisa diderita bayi baru lahir hingga berusia satu bulan. Gejalanya yakni mata dan kulit di seluruh tubuh tampak menguning dan bayi malas minum. Biasanya akan hilang dalam waktu dua minggu. Berikan ASI sesering dan sebanyak mungkin. Bayi perlu berjemur 15 menit, antara pukul 07.00 – 09.00 pagi.

Ruam popok

Ruam popok muncul akibat reaksi zat-zat yang terdapat dalam urin atau feses. Kulit yang terpapar terus-menerus akan mengalami iritasi. Ruam popok perlu diwaspadai bila dalam tiga hari masih belum sembuh juga. Gejala yang terlihat yaitu iritasi kulit, warna kemerahan, dalam kondisi parah akan muncul gelembung berisi air akibat terinfeksi jamur candida albicans dan bengkak. Cara mengatasinya dengan segera mengganti popok bayi ketika basah. Jika menggunakan popok kain, gunakan dari bahan yang lembut dan menyerap keringat.

Kembung

Bayi sering menangis tanpa sebab? Jika bukan karena kolik, mungkin dia kembung. Bayi usia kurang empat bulan rentan terserang kembung, karena organ pencernaanya belum matang, akibatnya gas mudah berkumpul di lambung atau usus.

Gejala bayi kembung ialah menangis terus menerus, menarik-narik kakinya ke arah perut, sering buang angin dan perutnya keras setelah makan.

Atasi dengan meletakkan kain hangat di atas perut bayi, lakukan pemijatan dengan cara mengusap perut bayi ke arah usus besar, lalu turun lagi. Lakukan saat bayi sedang santai atau tidak menangis. Lalu tengkurapkan bayi sehingga gas di perut mencari tempat lebih tingi yang kemudian keluar sebagai buang angin. Usahakan bayi bersendawa. Jika cara-cara tersebut tidak berhasil, diperlukan tindakan dokter.

Demam

Demam merupakan tanda sistem pertahanan tubuh yang sedang aktif bekerja. Tidak jarang tubuh bayi terasa hangat dan jika diukur hanya naik 0,5 derajat dibandingkan suhu tubuh normal yaitu 36 derajat celsius. Jika suhu tubuh bayi lebih dari 37,5 derajat celcius, maka bayi dikatakan demam.

Penyebab umunya adalah infeksi, terutama infeksi virus. Bila tubuhnya mampu mengatasi infeksi tersebut, suhu tubuhnya akan kembali normal dengan sendirinya. Moms tetap bisa tenang, apalagi jika saat demam mereda, anak relatif masih aktif atau main dan tampak riang.

Batuk pilek

Batuk dan pilek bisa saja terjadi pada bayi baru lahir. Biasanya batuk pilek yang dialami bayi terjadi antara dua sampai tiga hari. Namun bila batuk pilek terjadi lebih dari seminggu, bisa jadi ada infeksi bakteri lanjutan.

Atasi dengan tetap memberikan ASI dan hindari penggunaan botol. Sebab gerakan bayi mengisap payudara akan menutup saluran eustachius yang menghubungkan hidung dengan telinga. Kondisi ini akan memperkecil risiko terjadinya infeksi telinga oleh bakteri yang ada di hidung dan tenggorokan.

Jangan asal memberi obat antibiotik! Untuk mencegah kejang dan bayi bernapas lega, keluarkan cairan hidungnya dengan penguapan, menepuk-nepuk punggung bayi dalam posisi telungkup di paha Anda, atau disedot menggunakan alat penyedot lendir.

Pencegahan bisa dilakukan dengan memberikan imunisasi influenza saat usianya 6 bulan. Ulang setiap setahun sekali.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini