Paes Ageng Tidak Boleh Diaplikasikan Sembarangan

Evi Elfira, Jurnalis · Selasa 10 Maret 2015 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2015 03 10 194 1116346 paes-ageng-tidak-boleh-diaplikasikan-sembarangan-JeK0svmGXE.jpg Paes Ageng tidak boleh diaplikasikan sembarangan (Foto: Rumahminimalisku)

PENGANTIN Jawa memang memiliki riasan wajah dan rambut khusus. Karena itu, merias pengantin Jawa yang menggunakan Paes Ageng tidak boleh sembarangan.

Menurut Lucia Tan selaku Make Up Director Puspita Martha, pengantin yang paling sulit untuk dirias adalah pengantin yang menggunakan adat Jawa. Karena, Paes Ageng harus diaplikasikan dengan tepat dan tidak boleh salah.

"Merias Paes Ageng itu ada ukurannya, dan disesuaikan dengan bentuk wajah. Kalau dahinya normal ukuran bisa setengahnya, kalau panjang bisa disesuaikan," kata Lucia Tan kepada Okezone di Jakarta belum lama ini.

Lucia juga menjelaskan bahwa untuk adat Jogjakarta, Paes Ageng menggunakan warna hitam dari pidih. Setelah perias membentuk Paes, barulah menggunakan prada atau garis emas.

"Untuk membentuk Paes Ageng itu digambar dulu pakai pensil alis. Setelah itu tebalkan dengan pidih , selapis demi lapis sampai ke rambut. Baru selesai pakai prada," jelas Lucia.

Kendati rumit, tidak sedikit yang menjual Paes Ageng dalam bentuk tempel. Namun menurut penata rias profesional ini, paes ageng yang ditempel tidaklah memiliki hasil yang baik. Itupun membuktikan bahwa sang perias juga malas.

"Kalau pakai Paes Ageng tempelan itu berarti make up artist-nya malas. Memasang prada memang agak susah, sehingga perias perlu mempelajari dulu seperti apa dan bagaimana ukurannya," tutup Lucia Tan ramah.

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini