Dokter Kecil Jadi Pelopor Hidup Sehat di Sekolah

Erika Kurnia, Jurnalis · Jum'at 20 Maret 2015 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2015 03 20 481 1121589 dokter-kecil-jadi-pelopor-hidup-sehat-di-sekolah-ZLczTPRlxB.JPG Dokter Kecil Mahir Gizi Dancow 2014 (Foto: Erika/Okezone)

GENERASI emas Indonesia beberapa dekade mendatang diharapkan dapat dibangun melalui kesadaran generasi anak saat ini terhadap masalah gizi dan kesehatan. Peran anak untuk mewujudkan hal tersebut dapat disalurkan melalui program dokter kecil.

Sejak 2008, sekira 600.000 siswa dari sekira 1.100 SD telah mendapatkan pendidikan gizi oleh dokter gizi medik melalui program DANCOW Caravan Gizi. Program ini juga telah menghasilkan 4.800 Dokter Kecil Mahir Gizi, dari 31 kota yang tersebar di seluruh Indonesia.

Program ini bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Ini merupakan program nasional yang dilaksanakan dengan tujuan mengembangkan pemahaman dan pengalaman di bidang kesehatan, gizi, dan kebersihan.

Program 2014 yang diakhiri dalam acara hari ini, dimulai dengan partisipasi 400 siswa, termasuk pelatihan Dokter Kecil Mahir Gizi sejak April tahun lalu. Siswa tersebut berasal dari 100 SD di 10 kota, yakni Aceh, Medan, Jakarta, Bodetabek, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Manado, Makasar, dan Balikpapan.

“Modul pelatihan berisi pengetahuan 10 Tanda Umum Anak Bergizi Baik, pengetahuan mengenai gizi, pengukuran status gizi serta praktek penyuluhan gizi hingga kiat-kiat bagaimana memilih jajanan yang sehat dan aman,” kata Dewan Pembina PDGMI, Dr Rachmi Untoro, MPH, di SDN 1 Gondangdia, Menteng, Jakarta, Jumat (20/3/2015).

Pendidikan gizi untuk para Dokter Kecil mencakup gizi dasar dan 10 Tanda Umum Anak Bergizi Baik yang disusun oleh para dokter gizi medik PDGMI. Sebagai tambahan, para peserta juga dilengkapi dengan materi pendukung seperti poster, kartu-kartu, dan paspor kesehatan.

“Para finalis mempunya ide yang sangat kreatif dan orisinal. Melalui proyeknya, mereka juga mampu dan memberikan pengetahuan mengenai gizi dan kebersihan diri kepada kawan-kawannya, seperti kreasi makanan untuk penambah gizi, program sarapan pagi bersama, hingga mengadakan unjuk rasa dokter kecil terhadap jajanan tidak sehat,” kata Dr dr Yustina Anie Indriastuti, MSc, SpGK dari PDGMI, yang juga merupakan anggota tim juri.

“Kita inginkan ini tidak berhenti sampai di sini. Dokter Kecil Mahir Gizi yang telah dibekali diharapkan bisa menjadi agen pembaharuan yang bisa mempengaruhi lingkungannya, terutama di rumah, dan lingkungkan sekolah atau di luar sekolah, sehingga pada 20-40 tahun lagi akan lahir generasi emas,” pesan mantan ketua PDGMI 2014, Dr Rachmi Untoro.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini