Orangtua Jangan Sembunyikan Kondisi Anak Autis

Ariesta Asri, Jurnalis · Sabtu 04 April 2015 18:03 WIB
https: img.okezone.com content 2015 04 04 196 1129098 orangtua-jangan-sembunyikan-kondisi-anak-autis-Cwa9UaOMt9.jpg Jangan sembunyikan anak autis (Foto:Autismspeaks)

ADA berbagai macam reaksi yang ditunjukkan oleh orangtua saat menyadari bahwa anaknya menderita autis.

“Kesiapan mental setiap orangtua berbeda. Reaksi tersebut di antaranya denial (penolakan), anger (kemarahan), bargaining (penawaran), depression (depresi), dan acceptance (penerimaan),” ujar Muhamad Arifin, psikolog sekaligus praktisi anak berkebutuhan khusus pada Okezone, Sabtu (4/4/2015).

Arifin yang ditemui dalam acara Autism Day 2015 di Bumi Perkemahan Cibubur mencontohkan kasus orangtua yang mengalami depresi parah.

“Ada yang bahkan sampai masuk rumah sakit jiwa karena tidak kuat mental. Orangtua tersebut merasa bersalah dengan kondisi anak yang autis. Selain itu, tidak adanya dukungan keluarga juga memperparah keadaan,” lanjutnya.

Ia menerangkan, agar anak dapat diterima di masyarakat, orangtua sebaiknya tidak menutupi keadaan anak dengan terus mengurungnya di dalam rumah.

“Mengajak anak ke tempat umum juga membantu mental orangtua dalam menerima (acceptance) keadaan anak. Sampaikan kondisi anak secara terbuka kepada keluarga dan orang-orang sekitar. Jika orangtua jujur, mereka malah akan membantu,” tandasnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini