Share

Video Game Bertema Kekerasan Picu Anak Berperilaku Agresif

Ariesta Asri, Jurnalis · Rabu 08 April 2015 19:06 WIB
https: img.okezone.com content 2015 04 08 196 1131048 video-game-bertema-kekerasan-picu-anak-berperilaku-agresif-tik3owNn9o.jpg Video game kekerasan picu anak berperilaku agresif (Foto: Theguardian)
SEKITAR 97 persen remaja di Amerika Serikat bermain video game. Tingginya minat remaja terhadap video game membuat penjualan terus tumbuh setiap tahunnya. Bahkan, industri ini menghasilkan keuntungan sekitar hampir USD12 miliar per tahun.
 
Dampak positif yang paling diakui dari permainan ini adalah dapat membantu remaja meningkatkan ketangkasan dalam menggunakan komputer. Namun penelitian juga menunjukkan, dampak negatif dari video game dengan konten kekerasan ternyata bisa menimbulkan perilaku agresif pada remaja.
 
Hal ini menjadi kekhawatiran, karena sebagian besar video game populer banyak mengandung hal-hal yang berbau kekerasan.
 
"Bermain video game dapat meningkatkan perilaku agresif karena tindak kekerasan terus berulang sepanjang permainan. Perlu Anda ketahui, metode pengulangan adalah cara efektif untuk menyerap pembelajaran," kata Gentile dan Anderson seperti yang dikutip dalam Pamf, Rabu (8/4/2015).
 
Selain itu, sebuah survei yang dilakukan oleh Kaiser Family Foundation pada tahun 2010 menemukan bahwa remaja usia 8-18 tahun menghabiskan tujuh jam untuk menikmati media hiburan. Setengah dari remaja tersebut mengatakan, orangtua mereka membatasi permainan apa saja yang boleh dimainkan.
 
Belinda Agustya, Psikolog Klinis Anak Unversitas Indonesia berpendapat, permainan yang menggunakan gadget dapat menyebabkan kesulitan berkonsentrasi pada remaja.
 
"Tidak ada eksplorasi ketika remaja bermain gadget karena input yang diterima sifatnya hanya satu arah. Perubahan visual pada permainan dalam gadget berlangsung dengan cepat, inilah yang akhirnya menyebabkan anak sulit berkonsentrasi," katanya kepada Okezone.
 
Oleh karena itu, meskipun remaja sering kali menolak untuk diatur, Anda sebagai orangtua harus tegas mengawasi konten permainan dan membatasi waktu bermain anak remaja Anda.

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini