Bikin Spaghetti Pertama, Chef Degan Salah Total

Santi Andriani, Jurnalis · Selasa 05 Mei 2015 12:15 WIB
https: img.okezone.com content 2015 05 05 298 1144655

PENGALAMAN pertama tak pernah luput dari kesalahan. Ini yang juga pernah dialami Chef Degan Septoadji sewaktu pertama kali bekerja di dapur sebuah hotel kecil di Jerman. Kesalahannya saat itu yaitu ketika diminta membuat spaghetti.

Chef Degan Septoadji menyebut kesalahannya waktu itu adalah kesalahan yang sangat fatal dan terjadi karena kurangnya komunikasi yang lengkap antara seniornya dengan Degan, yang waktu itu masih berusia 16 tahun dan sebagai pegawai junior.

"Jadi waktu itu saya diminta bikin spaghetti, sementara senior saya ke luar, ya udah saya rebus air dan saya buka sebungkus spaghetti. Saya biasa melihat ibu saya di rumah waktu merebus spaghetti, ya saya ikuti cara ibu saya," kata Chef Degan Septoadji mengenang saat berkunjung ke Kantor Redaksi Okezone di Gedung HighEnd, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Merasa tak ada yang salah dengan caranya memasak spaghetti, Degan muda masih terus memasak hingga akhirnya sang senior datang dan begitu terpengarah melihat cara juniornya itu memasukkan spaghetti mentah ke dalam panci.

"Waktu senior saya masuk, dia lagi liat saya lagi 'kress-kress' (memeragakan mematahkan spaghetti dengan tangannya-red), senior saya tanya sambil teriak, 'Degan apa yang kamu lakuin? Dari mana kamu belajar masak spaghetti kayak begini? kalau lihat ini chef bisa bunuh kita berdua'," kata Chef Degan menirukan omongan seniornya saat itu.

Kepada sang senior, Chef Degan pun menjelaskan kalau dirinya melihat sang ibu yang kerap mematahkan spaghetti sebelum direbus agar muat di panci dan hasilnya jadi lebih banyak.

"Saya baru tahu ternyata spaghetti enggak boleh dipatah-patahin saat mau direbus, sudah seharusnya ukurannya tetap seperti itu ketika dihidangkan ke tamu," lanjut Chef Degan sambil tertawa.

Tentu saja apa yang dilakukan oleh Degan terdengar sampai telinga sang owner yang sekaligus chef utama di hotel tersebut. Dimarahi tentu saja, tapi itu juga bukan 100 persen kesalahan Degan Septoadji waktu itu.

"Dimarahi sudah pasti, tapi ya bukan saya saja, karena senior juga tidak menjelaskan bagaimana cara yang benar. Chef hanya menasehati lain kali komunikasi harus lebih jelas lagi dan akhirnya spaghetti yang lumayan banyak itu buat makan semua karyawan," kata Chef Degan Septoadji sambil tertawa.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini