Sepiring Salad Bikin Chef Degan Mantap Jadi Chef

Santi Andriani, Jurnalis · Rabu 06 Mei 2015 06:40 WIB
https: img.okezone.com content 2015 05 05 298 1144695 sepiring-salad-bikin-chef-degan-mantap-jadi-chef-nad2NTRNKk.jpg Contoh olahan salad (Foto:Wikipedia)

TIGA bulan pertama bekerja di dapur sebuah hotel kecil di Jerman, Chef Degan Septoadji muda sempat gamang akan keputusannya ingin menjadi seorang juru masak profesional. Namun kepercayaan dirinya mulai meningkat berkat sepiring salad.

Degan Septoadji yang kala itu berusia 16 tahun akhirnya memutuskan menerima tawaran kerja pada sebuah hotel milik sebuah keluarga. Tiga bulan pertama bisa dikatakan adalah masa-masa buruk bagi Degan muda.

"Masuk pukul 08.00 lalu pulang pukul 15.00, lalu masuk lagi pukul 17.30 sampai pukul 23.30, saya sempat mikir, kayaknya profesi yang saya ambil salah neh. Kok kerjanya begini banget, berat sekali, belum lagi kalau diomelin sama chef-nya yang sekaligus owner hotel," kata Chef Degan Septoadji mengenang ketika berkunjung ke Kantor Redaksi Okezone di Gedung HighEnd, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Chef Degan menuturkan, chef yang juga pemilik hotel tempatnya bekerja, terbilang pimpinan yang galak. Ia tak segan-segan memaki-maki dan melempar sesuatu jika ada pekerjaan yang salah atau kurang baik. Namun demikian, kemarahannya biasanya hanya saat bekerja, di luar jam bekerja ia sudah bisa bersikap biasa kepada para karyawannya. Chef itu pun tidak pelit ilmu dan selalu bersedia mengajarkan hal-hal baru atau pekerjaan yang belum bagus dikerjakan Degan muda.

"Sampai suatu hari ia minta dibuatkan salad untuk makan siangnya. Saya kan belum pernah bikin salad, selama ini hanya selalu memerhatikan bagaimana kalau dia bikin. Tapi namanya perintah ya harus dikerjakan," kata chef yang pernah bekerja di Hotel Atlantis Bahamas di Dubai, Uni Emirat Arab itu.

Begitu selesai menyantap salad, lanjut Chef Degan, si bos keluar dari ruangan kerjanya dan sambil teriak memanggil nama Degan dengan nada marah.

"Dia teriak di depan wajah saya, "Ini kamu yang bikin ya?", saya benar-benar takut waktu itu,saya pikir waduh kenapa lagi neh, eh nggak tahunya dia bilang "enak", semua orang di kitchen dengar, dan dari situ saya mulai semangat. Artinya kerja keras saya ada hasilnya juga," beber Chef Degan Septoadji.

Mulai dari situ lah akhirnya Degan Septoadji dipercayakan membuat salad pesanan tamu. Pengakuan akan rasa saladnya yang enak pun kerap datang dari tamu. Kebanggaan Chef Degan akan pekerjaannya saat itu terus tumbuh dan kembali menyadari bahwa profesi tukang masak sangat menyenangkan.

"Walau hanya salad buat saya itu sudah luar biasa,karena di awal-awal sajian pertama yang harus dibuat memang salad. Kepercayaan diri saya lama-lama tumbuh karena mendapat pengakuan, saya jadi yakin lagi sama profesi yang ingin saya tekuni," kata Chef Degan Septoadji.

Degan pun sadar dirinya sempat ragu akan pekerjaanya karena niat awalnya yang salah yaitu menjadi chef supaya bisa keliling dunia, seperti yang pernah ia lihat dalam tayangan koki di kapal pesiar.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini