nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menpar Minta Indonesia Through Stamps dalam Bentuk Digital

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Selasa 12 Mei 2015 20:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 05 12 406 1148750 menpar-minta-indonesia-through-stamps-dalam-bentuk-digital-7GKcDayXlO.jpg Menpar minta Indonesia Through Stamps dalam bentuk digital (Foto: Utami/Okezone)

PELUNCURAN buku Indonesia Through Stamps baru saja dilakukan. Jika laku, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menginginkan buku ini dibuat dalam bentuk digital.

Era digitalisasi memang menjadi salah satu hal yang ingin dimanfaatkan Arief Yahya untuk meningkatkan promosi pariwisata Indonesia. Menpar Arief pun menginginkan buku ini dapat dijual dalam bentuk digital yang akan lebih mudah didapatkan oleh masyarakat Indonesia.

Dalam peluncuran buku Indonesia Through Stamps yang juga dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Arief Yahya meminta kepada sahabatnya tersebut untuk membantu mewujudkan keinginannya. Ia juga mengatakan bahwa dalam bentuk digital, kreasi serta produksi buku ini akan lebih mudah untuk di-update.

“Usulan saya adalah tolong buatkan dalam bentuk digital. Kalau ini suvenir, kita jual ini. Kalau pakai digital, kreasi dan produksi lebih mudah dan update terus. Distribusinya juga mudah,” ujar Arief Yahya dalam peluncuran buku Indonesia Through Stamps di Gedung Sapta Pesona, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2015).

Lebih lanjut, Arief mengatakan bahwa media digital tidak akan bersaing dengan media cetak karena masing-masing memiliki pangsa pasar sendiri. Menteri kelahiran Banyuwangi ini juga mengungkapkan bahwa masyarakat Indonesia menyukai berbagai jenis media promosi.

“Media digital juga tidak akan perang dengan media cetak, karena masing-masing ada pasarnya. Promosi yang paling disukai itu nomor satu adalah video, kedua gambar, baru yang ketiga adalah teks,” katanya.

Untuk diketahui, buku Indonesia Through Stamps adalah sebuah buku yang berisi wajah nusantara yang dirangkum dalam koleksi prangko dari tahun 1945 hingga 2012. Buku ini menampilkan berbagai kebudayaan, kesenian, hingga kekayaan alam Indonesia yang membuat Indonesia bisa dikenal dunia.

(yac)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini