Bayi Prematur Berisiko Terhambat Tumbuh Kembang Otaknya

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 18 Mei 2015 18:37 WIB
https: img.okezone.com content 2015 05 18 481 1151497 bayi-prematur-berisiko-terhambat-tumbuh-kembang-otaknya-GXBbJmiCNK.jpg Bayi prematur berisiko terhambat tumbuh kembang otaknya (Foto: Dailymail)

HATI-HATI jika ibu hamil terpaksa melahirkan bayinya dengan prematur. Peneliti mengklaim banyak risiko yang dialami oleh sang janin, salah satunya yakni dapat menghambat struktur tumbuh kembang otak.

Studi dari Inggris membantu menjelaskan alasan bayi dilahirkan prematur dapat meningkatkan risiko masalah perkembangan saraf, termasuk gangguan autisme dan menghambat pertumbuhan struktur otak. Dalam studi itu, terlibat 66 responden bayi dan 47 di antaranya lahir prematur.

Temuannya, bayi yang lahir normal antara 37-42 minggu masa kehamilan memiliki struktur otak yang mirip dengan orang dewasa yang memiliki struktur otak sempurna, seperti dilansir Timesofindia, Senin (18/5/2015).

Dibandingkan bayi prematur, ada kekurangan konektivitas antara bagian thalamus dan daerah tertentu dari korteks otak yang mendukung fungsi mental yang lebih tinggi. Pada saat yang sama, mereka memiliki lebih banyak konektivitas antara thalamus dan area korteks sensorik primer yang terlibat dalam pemrosesan sinyal dari muka, bibir, lidah rahang dan tenggorokan.

"Tahap berikutnya dari pekerjaan kita akan memahami bagaimana temuan ini berhubungan dengan pembelajaran, konsentrasi dan kesulitan sosial saat mereka tumbuh dewasa, " ujar peneliti Dr Hilary Toulmin, dari Centre for the Developing Brain di King's College, London

"Kemampuan ilmu pengetahuan modern untuk gambar sambungan di otak akan terbayangkan hanya beberapa tahun yang lalu. Tapi kami sekarang dapat mengamati perkembangan otak pada bayi sebagai mereka tumbuh," sambung Profesor David Edwards dari Centre for the Developing Brain di King's College, London, pada kesempatan sama.

(yac)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini