Empat Risiko Orangtua Salah Bedong Bayi

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 19 Mei 2015 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2015 05 19 481 1152088 empat-risiko-orangtua-salah-bedong-bayi-X1benhksii.jpg Empat risiko salah bedong bayi (Foto: Comparestoreprices)

TERLEPAS dari rasa tersiksa dalam gerakannya, salah membedong bayi juga memiliki banyak risiko. Terutama yakni dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya.

Ingat, orangtua wajib membedong bayinya di saat memasuki usia satu bulan. Jika lebih dari usia yang disarankan, ada empat risiko yang dikhawatirkan akibat salah membedong bayi, sebagaimana dilansir Chealth, Selasa (19/5/2015), berikut ini.

Memengaruhi berat badan

Peneliti mengungkap bahwa sentuhan langsung orangtua ke bayi dapat merangsang pertumbuhan, termasuk berat badannya. Sementara jika bayi Anda terlalu sering dibedong, kemungkinan besar tidak mendapatkan sentuhan yang mereka butuhkan untuk pertumbuhan berat badannya.

Memengaruhi suhu tubuh bayi

Kain bedong memang dapat menghangatkan tubuh sang bayi. Tapi jika terlalu sering dilakukan, membedong bayi dapat meningkatkan risiko hipertermia atau suhu tubuh terlalu tinggi.

Meningkatkan risiko cedera pinggul

Jangan pernah membedong bayi dengan membungkus kakinya dengan posisi lurus ke bawah. Karena itu dapat melonggarkan sendi dan merusak tulang rawan lunak dari soket pinggul, yang menyebabkan hip dysplasia atau cedera pinggul.

Memperparah kondisi kelainan kaki bayi

Jika seorang anak lahir dengan kelainan kaki pada bayi, seharusnya orangtua jangan pernah membedong. Karena itu, dapat mengganggu tumbuh kembangnya, terutama di area kaki yang bisa makin memperparah kondisi kelainan pada bayi Anda.

(yac)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini