nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lenny Agustin Butuh Suasana Tenang saat Merancang

Evi Elfira, Jurnalis · Rabu 27 Mei 2015 10:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 05 27 194 1155811 lenny-agustin-butuh-suasana-tenang-saat-merancang-O4O6ZfO6yL.jpg Lenny Agustin (Foto: Feri/Okezone)

SALAH satu bagian penting dalam membuat busana adalah proses merancang. Dalam merancang busana, desainer Lenny Agustin mengaku memerlukan suasana yang tenang.

Membuat desain busana tidak hanya mengandalkan kreativitas namun juga ketenangan. Kendati berprofesi sebagai desainer, Lenny Agustin mengaku tidak harus selalu membuat rancangan di butik miliknya.

“Kalau saya untuk berkreativitas tidak selalu harus di butik. Jadi memang di mana saja, terutama di saat saya harus berkonsentrasi itu harus sepi dan tidak ada yang mengganggu. Biasanya dilakukan di rumah, tapi saya bukan desainer yang setiap hari menemukan ide dan langsung gambar,” ujar desainer Lenny Agustin kepada Okezone di butiknya yang berkawasan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sedangkan ketika mendapatkan ide, Lenny Agustin tidak langsung menuangkannya dalam bentuk rancangan. Tetapi, desainer Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) ini selalu membuat konsep yang matang untuk rancangannya.

“Biasanya saya kalau menemukan ide itu saya riset dulu lalu dikembangkan. Setelah itu baru menjadi satu konsep yang kuat baru duduk seharian, tidak boleh ada yang ganggu. Dan itu mungkin bisa menghasilkan desain yang mencapai puluhan atau lebih dari seratus. Tetapi biasanya saya lakukan itu dalam setahun dua atau tiga kali,” terangnya.

Lenny Agustin pun menambahkan bahwa dia hanya merancang busana di butik hanya untuk kebutuhan pesanan oleh klien. Kemudian proses pembuatan baju pun dimulai dengan melibatkan crew dari butik Lenny Agustin.

“Dari proses gambar itu saya akan pilihkan bahan dan memberikannya ke bagian produksi. Kemudian mereka akan membuat pola atau saya beri contoh dalam skala kecil seperti apa. Lalu saya kasih mereka untuk diwujudkan dalam pola besar. Biasanya saya cek kembali polanya, kalau sudah oke baru potong dan menjahit. Finishing-nya lalu diserahkan kepada saya lagi, dan kemudian bajunya sudah jadi,” tutup Lenny Agustin.

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini