Didiet Maulana Kolaborasikan Budaya Palembang-Betawi pada Busana Pengantin

Evi Elfira, Jurnalis · Jum'at 05 Juni 2015 21:38 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 05 194 1160995 didiet-maulana-kolaborasikan-budaya-palembang-betawi-pada-busana-pengantin-kqkXZOCPvf.jpg Busana rancangan Didiet Maulana (Foto: Evi/Okezone)

MENYADARI pernikahan adalah salah satu kebutuhan penting masyarakat, maka pameran pernikahan kembali di gelar. Bertema 'when east meet west', pameran ini menghadirkan koleksi busana pernikahan nasional serta internasional dari para perancang.

Tidak hanya dari dalam negeri, pameran pernikahan yang diselenggarakan di Shangri-La Hotel, Jakarta ini juga turut mengundang desainer dari Filipina, Rajo Laurel serta beberapa desainer tanah air. Masing-masing desainer menampilkan koleksi busana pernikahan budaya Indonesia serta Internasional.

Desainer Agus Liem khusus menghadirkan koleksi busana pengantin pria. Sedangkan Belle Mariee, Dereinaa Bridal, Didi Budardjo, Albert Yanuar, Andreas Odang, Hian Tjen, Rusly Tjohnardi, Yogie Pratama serta Elly be Gorgeous dan Ivory Bridal menampilkan busana pengantin Internasional dari berbagai negara.

Sedangkan Eddy Betty, Ferry Sunarto, , Didiet Maulana, Vera Kebaya, serta Yefta Gunawan menampilkan busana pengantin tradisional Indonesia. Seluruh koleksi busana ini memiliki gaya yang unik dan indah untuk dikenakan pada hari pernikahan.

Misalnya saja koleksi dari Didiet Maulana yang menampilkan busana pengantin Betawi dan Palembang. Didiet Maulana sendiri berusaha untuk mewujudkan impian para pengantin melalui busana yang romantis dengan unsur khas Indonesia.

"Koleksi saya kali ini inspirasinya mengambil pakem kebaya kurung Sumatera dengan bukaan belakang, warnanya pun khas sumatera. Tidak hanya untuk wanita tapi juga untuk pria," papar Didiet Maulana pada press conference Unveil International& Traditional Wedding Exhibiton di Shangri-La Hotel, Jakarta, Jumat (5/6/2015).

Dalam membuat busana pernikahan Palembang dan Betawi ini, Didiet Maulana memiliki beberapa tantangan, terutama dalam membuat kebaya Betawi. Karena sebagaimana diketahui bahwa budaya Betawi sendiri memiliki pengaruh dari beberapa macam budaya.

"Tantangannya itu di pakem bentuk busana Tradisional Betawi. Betawi seperti pelabuhan dari berbagai macam kebudayaan. Ada peranakan, Eropa juga tradisional Indonesia. Untuk yang Palembang saya padukan dengan songket yang dibuat di bali. Jadi koleksi saya ini inspirasinya nasional tapi look internasional," pungkas Didiet Maulana.

Pameran pernikahan ini akan berlangsung dari 5-7 Juni 2015. Selain busana pernikahan, berbagai macam kebutuhan pengantin juga disediakan dalam pameran ini.

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini