Share

Melintas di Kota Sejarah Gowa, Nikmati Kopi Nusantara

Salviah Ika Padmasari, Jurnalis · Senin 08 Juni 2015 12:15 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 08 298 1161834 melintas-di-kota-sejarah-gowa-nikmati-kopi-nusantara-BxmaDkJ8tF.jpg Kopi di NAY Coffee (Foto:Salviah)

GOWA adalah Kota Sejarah yang terletak di Utara Kota Makassar dengan waktu tempuh hanya 30 menit. Sejumlah lokasi wisata dapat dikunjungi. Nah, jika kelelahan mulai terasa, tak ada salahnya menghilangkan dahaga dengan menyeruput kopi di NAY Coffee.

Berkunjung ke Kota Gowa, Anda bisa mengunjungi tempat wisata seperti mesjid tertua di Sulawesi Selatan (Sulsel), yakni Mesjid Katangka, serta makam raja-raja Gowa termasuk Raja ke-16, Sultan Hasanuddin di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Ada pula hutan pinus di kawasan puncak Malino yang sejuk dan air terjun Bantimurung 2 Parangloe

Saat kelelahan mulai terasa usai menyambangi lokasi wisata sejarah dan wisata alam di Kabupaten Gowa ini, alangkah tepat jika transit sejenak di jantung Kota Gowa, sekadar melepas kelelahan untuk memulihkan tenaga, sebelum melanjutkan agenda perjalanan selanjutnya.

Salah satu pilihan tempat transit ada di Jalan Andi Tonro, Sungguminasa, Gowa. Di sisi jalan itu terdapat kafe NAY Coffee. Di sini tersedia sejumlah racikan kopi yang siap melayani selera pengunjung baik yang panas maupun dingin. Pilihan biji kopinya pun rasa Nusantara karena di kafe ini menyediakan biji kopi yang berasal dari beberapa daerah. Di antaranya ada kopi malabar dari Jawa Barat, kopi aceh dari Tanah Gayo. Juga ada kopi benteng alla dari Kabupaten Enrekang, kopi bone-bone dari Kota Palopo, kopi mamasa dari Kabupaten Mamasa dan kopi malino dari Kabupaten Gowa.

Julukan Kota Sejarah terkadang diidentikkan dengan nuansa tempo doeloe, tapi tidak di kafe NAY ini. Kita tidak akan mendapati pigura bergambar Raja Gowa, Sultan Hasanuddin atau gambar Kota Gowa di masa lalu. Juga tidak ada replika alat-alat perang raja Gowa di sudut ruangan. Yang tersedia justru suasana istimewa masa kini.

Awal masuk ke kafe berkonsep pantry dan meja minum atau bar ini langsung disambut tiga karyawan laki-laki, pelayan cukup pofesional yang menguasai benar perihal jenis-jenis kopi rasa se-Nusantara ini berikut teknik penyajiannya.

Harun, pemilik kafe mengatakan, sengaja mengemas kafe sedikit istimewa tanpa sapuan suasana tempo doeloe, sekadar memberikan nuansa berbeda dari yang lain.

Antara lain menu kopi yang tersedia ada espresso, doppio, amricano, coffee latte, mocha, cortado. Ada juga ice chocolate dan coffee carame. "Silahkan pilih menunya dan silahkan pilih jenis kopinya. Mau kopi aceh, malabar, malino, mamasa atau enrekang. Silahkan dipilih dan boleh disaksikan cara peracikannya," tutur Harun.

Jika menginginkan intermezzo di kafe ini, pengujung juga bisa mendapatkan. Fahrul Umar, salah seorang karyawan NAY Coffee siap mendemostrasikan kepiawaiannya menyajikan kopi pilihan pengunjung. Di antaranya melukis di atas permukaan foam kopi pada cangkir pesanan pengunjung, apakah gambar love, bunga atau nama seseorang.

Seruput demi seruput kopi baik penyajian panas maupun dingin, dijanjikan akan memulihkan kembali tenaga setelah pesiar di sejumlah lokasi wisata di Kabupaten Gowa ini.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini