Bayi Lahir Kecil Berisiko Perkembangan Kognitif Terlambat

Erika Kurnia, Jurnalis · Kamis 11 Juni 2015 18:06 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 11 481 1163892 bayi-lahir-kecil-berisiko-perkembangan-kognitif-terlambat-yaTF6uaTC8.jpg Bayi lahir kecil risiko terlambat perkembangannya (Foto: Sheknows)

BAYI yang mencapai ukuran berat dan panjang badan yang rendah saat kehamilan cenderung mengalami keterlambatan perkembangan kognitif. Keterlambatan bahasa reseptif dan motorik kasar juga ditemukan pada responden penelitian di Kota Bogor.

Studi kohor Tumbuh Kembang Anak di Kota Bogor yang dimulai sejak 2012, pada 2014 telah mendapatkan data mengenai perkembangan kognitif dari 403 bayi, di bawah usia 23 bulan yang diteliti selama dua tahun.

“Perkembangan anak diukur menggunakan Bayley III oleh psikolog profesi. Sekitar 30-60 prsen anak umur 0-23 bulan mengalami keterlambatan perkembangan pada aspek kognitif, bahasa ekspresif, motorik halus, dan motorik kasar,” papar Dr dr Anies Irawati, MKes, peneliti studi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Keterlambatan perkembangan, menurut paparan Anies, ditemukan lebih banyak pada anak yang lahir dengan berat kurang dari 3000 gram, dan panjang kurang dari 50 cm. Kelompok anak tersebut ditemukan lebih tertinggal pada kemampuan bahasa reseptif, motorik kasar, dan perkembangan kognitif di banding teman seusianya yang lahir normal.

Ketertinggalan ini, selain disebabkan faktor gizi kurang selama kehamilan, juga ada hubungannya dengan stimulasi yang kurang dari sang ibu. Ibu-ibu, khususnya yang masih remaja, kurang mementingkan aspek ini.

“Dari penemuan kami, banyak ibu-ibu yang lebih banyak bergosip atau bermain gadget daripada mengajak bicara atau bermain dengan anak. padahal interaksi dengan anak penting, bahkan saat masih dalam kandungan,” katanya dalam pertemuan ilmiah berkala di Kantor Balitbangkes, Jakarta.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini